Karakteristik Benih Kayu Bawang (Azadirachta excelsa (Jack) Jacobs) Berdasarkan Tingkat Pengeringan dan Ruang Penyimpanan

Penulis

  • Naning Yuniarti Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan
  • Nurhasybi Nurhasybi Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan
  • Darwo Darwo Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan

DOI:

https://doi.org/10.59465/jpht.v13i2.856

Kata Kunci:

Azadirachta excelsa, karakteristik benih, pengeringan, penyimpanan

Abstrak

Karakteristik benih penting diketahui karena untuk menentukan teknik penanganan benih secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeetahui karakteristik benih kayu bawang. Pengujian dilakukan berdasarkan tingkat pengeringan (0, 24, 48, 72, 96, 120 jam) dan ruang penyimpanan benih (ruang suhu kamar, AC, kulkas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih kayu bawang termasuk benih reklasitran dengan kadar air awal 57,21%, daya berkecambah 83%, kadar lemak 17,04%, kadar karbohidrat 9,07% dan kadar protein 12,69%. Faktor tingkat pengeringan dan tempat penyimpanan benih berpengaruh signifikan terhadap daya berkecambah, kadar air, kadar karbohidrat dan kadar lemak benih kayu bawang sedangkan terhadap kadar protein hanya faktor waktu simpan yang berpengaruh nyata. Semakin lama benih dikeringkan mengakibatkan terjadinya penurunan kadar air, daya berkecambah dan kadar karbohidrat, namun meningkatkan kadar lemak dan protein. Benih kayu bawang bisa disimpan di ruang kamar atau di ruang AC dalam waktu singkat dan harus segera disemaikan.

Referensi

Ajayi, S.A., Berjak, P., Kioko, J., Dulloo, M.E., & Vodouhe, R.S. (2006). Responses of fluted pumpkin (Telfairia occidentalis Hook.f.) seeds to desiccation, chilling and hydrated storage. South African Journal of Botany, 72, 544–550.

Balešević-Tubić, S., Tatić, M., Miladinović, J., Pucarević, M. .(2007). Changes of faty acidscontent and vigour of sunflower seed during natural aging. Helia, 30(47), 61-67.

Berjak, P., & Pammenter, N.W. (2008). From Avicennia to zizania: seed recalcitrance in perspectiv . Ann Bot (Lond), 101(2), 213–228.

Harnowo, D. (2006). Teknologi Penanganan Benih Tanaman Pangan Guna Menghasilkan Benih Bermutu Tinggi. Makalah pada Pelatihan Penangkaran Benih Tanaman Pangan seluruh Nusa Tenggara Barat, dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat, 12-15 September 2006.

Kioko, J.I., Berjak, P., & Pammenter, N.W.. (2006). Viability and ultrastructural responses of seeds and embryonic axes of Trichilia emetica to different dehydration and storage conditions. South African Journal of Botany, 71, 167–176.

Tresniawati, C., Murniati, E., & Widayati, E. (2014). Perubahan fisik, fisiologi dan biokimia selama pemasakan benih dan studi rekalsitransi benih kemiri sunan. Jurnal Agronomi Indonesia, 42(1), 74–79.

Liu M.S., Chang, C.Y., Lin, T.P. (2006). Comparison of phospholipids and their fatty acids in recalcitrant and orthodox seeds. Seed Science and Technology, 34, 443–452.

Panjaitan, S. (2010). Kemunduran mutu benih rekalsitran. panjaitansumitro.blogspot.com/. Diakses tanggal 9 Pebruari 2015.

Rohandi, A., & Widyani, N. (2010). Dampak Penurunan Kadar Air Terhadap Respon Fisiologis dan Biokimia Propagul Rhizophora apiculata Bl. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 7(4), 167-179.

Syamsuwida, D., & Aminah, A. (2007). Perubahan kandungan lemak, protein, pati dan daya hantar listrik pada benih gaharu (Aquillaria malaccensis). Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 13(2), 125–130.

Widajati, E., Murniati, E., Palupi, E.R., Kartika, T., Suhartanto, M.R. & Qadir, A. (2012). Dasar Ilmu dan Tekno`logi Benih. IPB Press. Bogor.

Worang, R.L., Dharmaputra, Q.S., Syarief, R., & Miftahudin. (2008). The quality of physic nut (Jatropha curcas L.) seeds packed in plastic material during storage. Biotropia, 15(1), 25–36.

Yuniarti, N., Syamsuwida, D., & Aminah, A. (2008a). Dampak Pengeringan terhadap Perubahan Fisiologi dan Biokimia Benih Mimba (Azadirachta indica A.Jusss). Buletin Puslitbang Perhutani, 11(1), 728−735.

Yuniarti, N., Syamsuwida, D., & Aminah, A. (2008b). Pengaruh penurunan kadar air terhadap perubahan fisiologi dan kandungan biokimia benih eboni (Diospyros celebica Bakh.). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 5(3), 191−198.

Yuniarti, N., Syamsuwida, D., & Aminah, A. (2008c). Perubahan kandungan biokimia dan fisiologi benih mimba (Azadirachta indica A.Jusss) selama penyimpanan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 5(.2), 259-267.

Yuniarti, N., Suita, E., Zanzibar, M., & Nurhasybi. (2011). Teknik penanganan benih tanaman hutan. Prosiding Seminar Hasil-hasil Penelitian Teknologi Perbenihan untuk Meningkatkan Produktivitas Hutan Rakyat Di Propinsi Jawa Tengah. Halaman ...-...

Yuniarti, N., Syamsuwida, D., & Aminah, A. (2013). Dampak perubahan fisiologi dan biokimia benih eboni (Diospyros celebica Bakh.) selama penyimpanan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 10(2), 65-71.

Yuniarti, N., Megawati, & Leksono, B. (2013). Pengaruh metode ekstraksi dan ukuran benih terhadap mutu fisik-fisiologis nenih Acacia crassicarpa. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 10(3), 129-146.

Unduhan

Diterbitkan

2016-12-30

Cara Mengutip

Yuniarti , N., Nurhasybi , N., & Darwo, D. (2016). Karakteristik Benih Kayu Bawang (Azadirachta excelsa (Jack) Jacobs) Berdasarkan Tingkat Pengeringan dan Ruang Penyimpanan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 13(2), 105–112. https://doi.org/10.59465/jpht.v13i2.856

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >> 

Artikel Serupa

1 2 3 4 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.