Daya Simpan Benih Jabon Putih [Neolamarckia cadamba (Roxb.) Bosser] Berdasarkan Populasi dan Karakteristik Benih

Penulis

  • Evayusvita Rustam Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan
  • Tatiek K. Suharsi Departemen Agronomi dan Holtikultur, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
  • M. Rahmad Suhartanto Departemen Agronomi dan Holtikultur, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
  • Dede J. Sudrajat Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan

DOI:

https://doi.org/10.59465/jpht.v14i1.850

Kata Kunci:

Benih ortodoks, faktor genetik, morfo-fisiologi, penyimpanan

Abstrak

Jabon putih [Neolamarckia cadamba (Roxb.) Bosser] telah banyak dibudidayakan dalam skala luas, namun terkendala dengan ketersediaan benih bermutu dan belum adanya informasi daya simpan benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik daya simpan benih jabon putih berdasarkan populasi dan karakteristik morfo-fisiologi benih. Benih dikumpulkan dari delapan populasi yang terletak di delapan provinsi. Populasi menjadi faktor tunggal dalam rancangan acak lengkap untuk menguji karakteristik perkecambahan (daya berkecambah, keserempakan tumbuh, kecepatan berkecambah, rata-rata waktu berkecambah dan nilai perkecambahan) sebelum dan setelah penyimpanan. Geo-klimat dan unsur makro tanah merupakan parameter yang dipakai untuk menguji korelasi antara faktor lingkungan dan karakteristik perkecambahan benih sebelum dan sesudah disimpan. Perbedaan asal benih atau populasi berpengaruh nyata terhadap perkecambahan benih sebelum dan setelah disimpan selama 54 bulan. Benih dari populasi Pomalaa (Sulawesi Tengah) mempunyai karakteristik perkecambahan terbaik sedangkan benih dari populasi Ogan Kemiring Ilir (Sumatera Selatan) mempunyai karakteristik perkecambahan terendah. Berdasarkan tingkat kadar air dan daya simpannya, benih jabon putih dapat dikategorikan sebagai benih ortodoks yang mampu disimpan lama pada suhu dan kadar air rendah. Sebagian besar faktor geo-klimat dan unsur makro tanah tidak berkorelasi nyata dengan perkecambahan benih baik sebelum maupun setelah disimpan. Hasil penelitian ini memberi indikasi bahwa faktor genetik berkontribusi besar dalam mempengaruhi perbedaan daya simpan benih jabon putih.

Referensi

Acharyya, S., Rathore, D.S., Kumar H.K.S., & P.N. (2011). Screening of Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq. root for antimicrobial and anthelmintic activities. International Journal of Research in Pharmaceutical and Biomedical Sciences, 2(1), 297–300.

Biabani, A., Boggs, L.C., Katozi M., & Sabouri, H. (2011). Effects of seed deterioration and inoculation with Mesorhizobium ciceri on yield and plant performance of chickpea, 5(1), 66–70.

Cruz, V.M.V., Walters, C.T., & Dierig, D.A. (2013). Dormancy and after-ripening response of seeds from natural populations and conserved Physaria (syn. Lesquerella) germplasm and their association with environmental and plant parameters. Industrial Crops & Products, 45, 191–199.

Divakara, B.N., Alur A.S., & Tripati, S. (2010). Genetic variability and relationship of pod and seed traits in Pongamia pinnata (L.) Pierre., a potential agroforestry tree. International Journal of Plant Production, 4(2), 129-141.

Duong, T.H., Shen, J.L., Luangviriyasaeng, V., Ha, H.T., & Pinyopusarerk, K. (2013). Storage behaviour of Jatropha curcas seeds. Journal of Tropical Forest Science, 25(2), 193–199.

Eshun, G., Amankwah, E.A., & Barimah, J. (2013). Nutrients content and lipid characterization of seed pastes of four selected peanut (Arachis hypogaea) varieties from Ghana. African Journal of Food Science,7(10), 375–381.

Gairola, K.C., Nautiyal, A.R., & Dwivedi, A.K. (2011). Effect of temperatures and germination media on seed germination of Jatropha curcas Linn. Advances In Bioresearch, 2(2), 66–71.

Hartawan, R., Djafar, Z.R., Negara, Z.P., Hasmeda, M., & Zulkanaen. (2011). Pengaruh panjang hari, asam indol asetat, dan fosfor terhadap tanaman kedelai dan kualitas benih dalam penyimpanan. Jurnal Agronomi Indonesia, 39(1), 7–12.

Hartawawan, R., & Nengsih, Y. (2012). Kadar air dan Karbohidrat berperan dalam mempertahankan kualitas benih karet. Agrovigor, 5(2), 103–112.

ISTA (International Seed Testing Association). (2012). International rules for seed testing: Edition 2012. International Seed Testing Assosiation. Bassersdorf. CH-Switzerland.

Irawan, U.S., & Purwanto, E. (2014). White jabon (Anthocephalus cadamba) and red jabon (Anthocephalus macrophyllus) for community land rehabilitation: Improving local provagation efforts. Agricultural Science, 2(3), 36–45.

Jyoti, & Malik, C.P. (2013). Seed deterioration: A review. International Journal of Life Sciences Biotechnology and Pharma Research, 2(3), 374-385.

Kallio, M.H., Krisnawati, H., Rohadi, D., & Kanninen, M. (2011). Mahogany and kadam planting farmers in South Kalimantan : The link between silvicultural activity and stand quality. Small-scale Forestry, 10, 115–132.

Khatun, A., Kabir, G., & Bhuiyan, M.A.H. (2009). Effect of harvesting stages on the seed quality of lentil (Lens culinaris L.) during storage. Bangladesh J. Agril. Res, 34(4), 565–576.

Krisnawati, H., Kallio, M., & Kanninen, M. (2011). Anthocephalus cadamba Miq. : ekologi, silvikultur dan produktivitas. Bogor (ID): Center for International Forestry Research, Bogor.

Mansur, I. (2012). Prospek pengembangan jabon untuk mendukung pengembangan hutan tanaman. Prosiding. Prospek Pengembangan Hutan Tanaman (Rakyat), Konservasi, dan Rehabilitas Hutan. Manado, Indonesia. Manado (ID). Balai Penelitian Kehutanan Manado.

Mishra, R.P., & Siddique, L. (2011). Antibacterial properties of Anthocephalus cadamba fruits. Asian Journal of Plant Science and Research, 1(2), 1–7.

Oktaviani, K.A. (2012). Studi genetik terhadap daya simpan benih kedelai hitam (Glycine max (L.) Merr.) Fakultas Pertanian. Bogor. Institut Peranian Bogor.

Pradhan, B.K., & Badola, H.K. (2012). Effect of storage conditions and storage periods on seed germination in eleven populations of Swertia chirayita: A critically endangered medicinal herb in Himalaya. The Scientific World Journal.1-9. DOI: 10.1100/2012/128105.

Rawat, K., & Bakshi, M. (2011). Provenance variation in cone, seed and seedling characteristics in natural populations of Pinus wallichiana A. B. Jacks (Blue Pine) in India. Annals of Forest Resesarch, 54(1), 39–55.

Shaban, M. (2013). Review on physiological aspects of seed deterioration. International Journal of Agriculture Crop Science, 6(11), 627–631.

Shelar, V.R., Shaikh, R.S., & Nikam, A.S. (2008). Soybean seed quality during storage : A Review. Agriculture Review, 29(2), 125–131.

Sudrajat, D.J. (2013). Perbenihan dan genetika jabon. Seminar Teknologi Budidaya dan Pemanfaatan Kayu Jabon dalam rangka Dies Natalis IPB ke-50. Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Sudrajat, D.J. (2015). Keragaman populasi, uji provenansi dan adaptasi jabon (Neolamarckia cadamba (Roxb.) Bosser). Disertasi. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.

Sudrajat, D.J. (2016). Genetic variation of fruit, seed and seedling characteristics among 11 populations of white jabon in Indonesia. Forest Science and Technology, 12(1), 9-15.

Sudrajat, D.J., & Nurhasybi. (2016). Daya simpan benih suren (Toona sinensis) dalam hubungannya dengan karakteristik tempat tumbuh asal benih dan morfo-biokimia benih. Proseding Seminar Nasional Silvikultur IV, 19-20 Juli 2016. Samarinda: Universitas Mulawarman.

Sudrajat, D.J., Siregar, I.Z., Khumaida, N., Siregar, U.J., & Mansur, I. (2015). Genetic diversity of white jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) based on AFLP markers. Asia Pasific Journal of Molecular Biology and Biotechnology, 2(3), 224-231.

Suszka, J., Plitta, B.P., & Michalak, M. (2014). Optimal seed water content and storage temperature for preservation of Populus nigra L. germplasm. Annals of Forest Science, 71, 543-549. DOI: 10.1007/s13595-014-0368-2.

Yasaka, M., Takiya, M., & Watanabe, I. (2008). Variation in seed production among years and among individuals in 11 broadleaf tree species in Northern Japan. Journal Forest Research, 13, 83–88.

Yuniarti, N., & Nurhasybi, N. (2015). Viability and biochemical content changes in seed storage of jabon putih (Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq.). Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 21(2), 92–98. DOI: 10.7226/jtfm.21.2.92.

Yuniarti, N., Kurniaty, R., & Nurhasybi. (2015). Perkecambahan, pembibitan, standar mutu benih dan bibit jabon putih. Bunga Rampai. Teknologi Perbenihan Jabon Putih [Neolamarckia cadamba (Roxb.) Bosser]. FORDA PRESS. 81-106.

Unduhan

Diterbitkan

2017-06-30

Cara Mengutip

Rustam, E., K. Suharsi, T., Rahmad Suhartanto, M., & J. Sudrajat, D. (2017). Daya Simpan Benih Jabon Putih [Neolamarckia cadamba (Roxb.) Bosser] Berdasarkan Populasi dan Karakteristik Benih. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 14(1), 19–33. https://doi.org/10.59465/jpht.v14i1.850

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.