Strategi Pemanfataan Lahan Gambut Berkelanjutan di Areal eks PLG Kalimantan Tengah (The utilization strategis of sustainability peatlands in ex PLG Areas, Central Kalimantan)

Penulis

  • Irma Yeny Pusat Penelitian Ekologi dan Etnobiologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Endang Karlina Pusat Penelitian Ekologi dan Etnobiologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Raden Garsetiasih Pusat Penelitian Ekologi dan Etnobiologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Renny Sawitri Pusat Penelitian Ekologi dan Etnobiologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional

DOI:

https://doi.org/10.59465/jpht.v19i1.784

Kata Kunci:

Kesesuaian lahan, strategi pemanfaatan, SWOT, Pengembangan Lahan Gambut

Abstrak

Lahan gambut berperan besar dalam mitigasi gas rumah kaca, pengatur tata air, habitat beragam jenis satwa, dan secara ekonomi mampu menyediakan berbagai hasil hutan bukan kayu. Namun demikian, sebagian lahan gambut tersebut kini telah terdegradasi seperti lahan gambut di areal ex-PLG Kalimantan Tengah. Di sisi lain kebutuhan lahan pertanian untuk peningkatan ekonomi masyarakat mendorong pemanfaatan lahan gambut sebagai areal pertanian.  Pemanfaatan lahan gambut tersebut menemui pro dan kontra akibat kegagalan pengelolaan sebelumnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifkasi faktor internal dan eksternal untuk merumuskan strategi pemanfaatan lahan gambut ex-PLG di Kalimantan Tengah secara berkelanjutan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode survey teknik wawancara dengan bantuan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) menghasilkan titik koordinat pada diagram cartesius terletak pada (0,42; -0,26). Titik koordinat tersebut berada pada kuadran II yaitu strategi yang menggunakan faktor kekuatan  dan meminimalkan faktor ancaman. Rumusan strategi yang dapat dilakukan yaitu: (1) adopsi kearifan lokal dalam pengelolaan gambut, (2) pengaturan tata ruang dalam pemanfaatan lahan gambut untuk kebutuhan multisektoral, dan (3) pengendalian perburuan satwa dan konflik satwa.

Referensi

Carmenta, R., Zabala, A., Trihadmojo, B., Gaveau, D., Salim, M., & Phelps, J. (2020). Evaluating bundles of interventions to prevent peat-fires in Indonesia. Global Environmental Change, 102154.

Garsetiasih, R., Heriyanto, N.M., Adinugroho,W.C., Gunawan, H., Dharmawan, I. W., Sawitri, R., Yeny, I., Mindawati, N., & Denny. (2022). Connectivity of vegetation diversity, carbon stock, and peat depth in peatland ecosystems. Global J. Environ. Sci. Manage, 8(3), 1–20. https://doi.org/10.22034/gjesm.2022.03

Garsetiasih R. (2015). Persepsi masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Meru Betiri dan Taman Nasional Alas Purwo yang terganggu satwa liar terhadap konservasi banteng. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 12(2), 119–135.

Gumbricht, T., Roman-Cuesta R.M., Verchot, L., Herold, M., Householder, E., Wittmann, F., Herold, N., & Murdiyarso, D. (2017). An expert system model for mapping tropical wetlands and peatlands reveals Latin America as the largest contributor. Glob. Change Biol, 23(9), 3581–3599.

Gunawan, H., & Mukhtar, A. . (2005). Inovasi konservai habitat macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) di lanskap hutan terdegradasi. Jurnal Penelian Hutan Dan Konservasi Alam, 1(2), 25–42.

Humpenoder, F., Karstens, K., Lotze-Campen, H., Leifeld, J., Menichetti, L., Barthelmes, A., & Popp, A. (2020). Peatland protection and restoration are key for climate change mitigation. Environ. Res. Lett, 15(104093).

Indriyani, S., Dewi, B. S., & Masruri, N. W. (2017). Analisis preferensi pakan drop in Rusa Sambar (Cervus Unicolor) dan Rusa Totol (Axis Axis) di penangkaran PT. Gunung Madu Plantations Lampung Tengah. Jurnal Sylva Lestari, 5(3), 22–29. https://doi.org/10.23960/jsl3522-2

Khakim, M. Y. N., Bama, A. A., Yustian, I., Poerwonoa, P., Tsuji, T., & Matsuoka, T. (2020). Peatland subsidence and vegetation cover degradation as impacts of the 2015 El niño event revealed by Sentinel-1A SAR data. Int J Appl Earth Obs Geoinformation, 84(101953.).

Kristiyanto, E. (2017). Kedudukan kearifan lokal dan peranan masyarakat dalam penataan ruang di daerah. Rechts Vindings, 6(2), 159–176.

Kuswanda W. (2017). Pemanfaatan lahan dan penyangga dan kebijakan pemerintah untuk mengurangi konflik manusia dengan orangutan (Pongo abelli Lesson): Studi pelepasliaran orang utan di Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Riau. Inovasi, 14(2), 118–129.

Lestari, H., Narendra, B., & Mawazin. (2017). Tingkat kerawanan kebakaran gambut di Kabupatn Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 15 (1), 43-55, 15(1), 51–57.

Liu, C., Newell, G., White, M., & Bennett, A. (2018). Identifying wildlife corridors for the restoration of regional habitat connectivity: A multispecies approach and comparison of resistance surfaces. PLoS ONE, 13(e0206071).

Mirmanto, E. (2010). Vegetation Analyses of Sebangau Peat Swamp Forest, Central Kalimantan. Biodiversitas, 11(2), 82–88. https://doi.org/10.13057/biodiv/d110206

Mulyani, A., Susanti, E., Dariah, A., Maswar, Wahyunto., & Agus, F. (2012). Basis data karakteristik tanah gambut di Indonesia. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.

Prayoga. (2016). Teknologi pemanfaatan lahan gambt untuk pertanian. Prosiding Seminar Nasional “Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi" Banjarbaru 6-7 Agustus 2016.

Ramiadantsoa, T., Ovaskainen, O., Rybicki, J., & Hanski, I. (2015). Large-scale habitat corridors for biodiversity conservation: A forest corridor in Madagascar. PLoS ONE, 10(e0132126).

Rangkuti. (2013). Analisis SWOT teknik membedah kasus. Gramedia pustaka utama.

Keputusan Presiden No. 32 Tahun 1990 tentang pengelolaan kawasan lindung, (1990).

Keputusan Presiden No. 80 Tahun 1999 tentang pedoman umum perencanaan dan pengelolaan kawasan pengembangan lahan gambut di Kalimantan Tengah, (1999).

Undang-undang (UU) tentang Penataan Ruang, (2007).

UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan, (2009).

UUD No. 26 Tahun 2007 Undang-undang (UU) tentang Penataan Ruang, (2009).

Rowan, N., & Galanakis, C. (2020). Unlocking challenges and opportunities presented by COVID-19 pandemic for cross-cutting disruption in agri-food and green deal innovations: Quo Vadis? Science of the Total Environment, 748(141362).

Sabiham, S. (2006). Pengelolaan Lahan Gambut Indonesia Berbasis Keunikan Ekosistem. Orasi ilmiah guru besar tetap pengelolaan tanah.

Simatupang, R., & Rina, Y. (2019). Perspektif pengembangan tanaman hortikultura di lahan rawa lebak dangkal (Kasus di Kalimantan Selatan). Jurnal Sumberdaya Lahan, 1(1), 121–132.

Sulistyawan, B., Eichelberger, B., Verweij, P., Boot, R. A., Hardian, O., Adzan, G., & Suknartono, W. (2017). Connecting the fragmented habitat of endangered mammals in the landscape of Riau-Jambi-Sumatera Barat (RIMBA), Central Sumatra, Indonesia. Glob. Ecol. Conserv, 9, 116–130.

Surahman, A., Soni, P., & Shivakoti, G. P. (2018). Reducing CO2 emissions and supporting food security in Central Kalimantan, Indonesia, with improved peatland management. Land Use Policy, 72, 325–332.

Tanneberger, F., Appulo, L., Ewert, S., Lakner, S., Ó Brolcháin, N., Peters, J., & Wichtmann, W. (2021). The power of nature-based solutions: How peatlands can help us to achieve key EU sustainability objectives. Adv. Sustain. Syst, 5(2000146).

Tigor, B., Hakim, I., Sakuntaladewi, N., & Dwiprabowo, H. (2018). Analisis kesesuaian lahan sembiln jenis tanaman untuk agroforestri di Nambo Jawa Barat. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 15 (1), 43-55, 15(1), 1–66.

Wahyunto, A. D., Pitono, D., & Sarwani, M. (2013). Prospek Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia. Perspektif, 12(1), 11–12.

Walton, C. ., Zak, D., Audet, J., Petersen, R. ., Lange, J., Oehmke, C., & Hoffmann, C. . (2020). Wetland buffer zones for nitrogen and phosphorus retention: Impacts of soil type, hydrology and vegetation. Sci. Total Environ, 727(138709.).

Wichtmann, W., Schröder, C., & Joosten, H. (2016). Paludiculture—productive use of wet peatlands: climate protection—biodiversity—regional economic benefits. Schweizbart Science Publishers.

Xavier, S., Harianto, S., & Dewi, B. (2018). Pengembangan penangkaran rusa timor (Cervus timorensis) di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Lampung. Jurnal Sylva Lestari, 6(2), 94–102. https://doi.org/10.23960/jsl2694-102

Yeny, I., Garsetiasih, R., Suharti, S., Gunawan, H., Sawitri, R., Karlina, E., Narendra, B., Surati, Ekawati, S., Djaenudin, D., Rachmanadi, D., Heriyanto, N., Sylviani, & Takandjanji, M. (2022). Examining the socio-sconomic and natural resource risks of food estate development on peatlands: a strategy for economic recovery and natural resource sustainability. Jurnal Sustainability, 14(3961). https://doi.org/doi.org/10.3390/su14073961

Yuliani, N. (2014). Teknologi Pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian Title. Prosiding Seminar Nasional “Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi.”

Unduhan

Diterbitkan

2022-06-30

Cara Mengutip

Yeny, I., Karlina, E., Garsetiasih, R., & Sawitri, R. (2022). Strategi Pemanfataan Lahan Gambut Berkelanjutan di Areal eks PLG Kalimantan Tengah (The utilization strategis of sustainability peatlands in ex PLG Areas, Central Kalimantan). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 19(1), 57–73. https://doi.org/10.59465/jpht.v19i1.784

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.