Tingkat Kerawanan dan Mitigasi Bahaya Kebakaran Hutan: Studi Kasus di KHDTK Sawala Mandapa, Kadipaten, Provinsi Jawa Barat

Penulis

  • Henny Wahyuti Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan Negeri Kadipaten
  • Irma Yeny Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan Negeri Kadipaten

DOI:

https://doi.org/10.59465/jpht.v18i2.797

Kata Kunci:

Aktivitas manusia, kerawanan kebakaran, KHDTK, Mitigasi

Abstrak

Pada musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan sering terjadi di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Sawala Mandapa yang diakibatkan oleh kelalaian manusia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, diperlukan informasi yang akurat tentang lahan yang memiliki potensi terbakar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kerawanan kebakaran dan mitigasi bahaya kebakaran hutan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei dan wawancara terhadap responden kunci. Data yang terkumpul diinput dalam program Microsoft excel dan diberi nilai faktor 1 - 5 sesuai indikator yang dimiliki. Survei dilakukan pada 11 poligon yang tersebar pada KHDTK blok Sawala petak 9. Data yang dikumpulkan berupa variabel tingkat kerawanan kebakaran (aktivitas manusia, tutupan lahan, cuaca dan jenis tanah) dan mitigasi kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, wilayah penelitian memiliki nilai rawan 1,8 - 3,3 dengan kategori kelas rawan rendah hingga tinggi. Pada areal tingkat rawan rendah memiliki tutupan hutan berupa hutan sekunder dan tidak tampak aktivitas manusia. Tingkat rawan sedang, memiliki tutupan hutan berupa hutan sekunder dan aktivitas manusia berupa pengambilan kayu bakar dan akses jalan masyarakat. Tingkat rawan tinggi memiliki tutupan hutan berupa hutan sekunder dan memiliki aktivitas manusia berupa pemanfaatan lahan di bawah tegakan mahoni dan jati. Selain itu, terdapat aktivitas pembuangan dan pembakaran sampah. Mitigasi yang telah dilakukan didominasi oleh mitigasi non fisik, yaitu penguatan kapasitas masyarakat. Peta kerawanan kebakaran yang dihasilkan penelitian ini dapat dijadikan dasar kebijakan pencegahan kebakaran.

Referensi

Ardianto, C., Haryanto, H., & Mulyanto, E. (2017). Prediksi Tingkat Kerawanan Kebakaran di Daerah Kudus Menggunakan Fuzzy Tsukamoto. Citec Journal, 4(3), 186–194.

BMKG Jatiwangi. (2021). Data Curah Hujan Majalengka Tahun 2011 – 2020.

Cahyono, A., Warsito, S. P., Andayani, W., & Darwanto, D. . (2015). Faktor yang mempengaruhi kebakaran hutan di Indonesia dan implilasi kebijakannya. Jurnal Sylva Lestari, 3(1), 103–112.

Dimyati. (2018). Pengembangan Hutan Diklat Sawala Mandapa. Sawala Press.

Gessa, G. (2018). Potensi KHDTK Sawala Mandapa Tahun 2018. Prosiding Seminar Jabatan Fungsional Tertentu Tema Pembangunan Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Dan Sumber Daya Manusia Pengelolanya Di Kadipaten. Kadipaten 8 September 2018.

Hairiah, K., & Sumeru, A. (2013). Pertanian masa depan: Agroforestri, manfaat dan layanan lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Agroforetri “Agroforestri Untuk Pangan Dan Lingkungan Yang Lebih Baik" Malang, 21 Maret 2013, 23–35.

Humam, A., Hidayat, M., Nurrochman, A., Anestatia, I., Yuliantina, A., & Aji, S. . (2020). Identifikasi daerah kerawanan kebakaran hutan dan lahan menggunakan sistem informasi geografis dan penginderaan jauh di Kawasan Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Jurnal Geosains Dan Remote Sensing (JGRS), 1(1), 32–42.

Itsnaini, N., Sasmito, B., Sukmono, A., & Prasasti, I. (2017). Analisis Hubungan Curah Hujan dan Parameter Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) dengan Kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan Untuk Menentukan Nilai Ambang Batas Kebakaran. Jurnal Geodesi Undip, 6(2), 62–70.

Jawad, A., Nurdjali, B., & Widiastuti, T. (2015). Zonasi daerah rawan kebakaran hutan dan lahan Di Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Hutan Lestari, 3(1), 88–97..

Mapilata, E., K, G., & G, D. (2013). Analisis Daerah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan Dalam Penataan Ruang di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah. Globe Volume, 15(2), 178–184.

Nugroho, P. (2019). Pengembangan model pemetaan daerah rawan kebakaran hutan. Majalah Sawala Edisi 16 No.1/2019 Januari – Juni 2019.

Nurdiana, A., & Risdiyanto, I. (2015). Indicator determination of forest and land fires vulnerability using Landsat-5 TM data (case study: Jambi Province). Proc Environ Sci, 24(141–151).

Nursoleha, P., Banowati, E., & Parman, S. (2014). Zonasi tingkat kerwaanan kebakaran hutan di Tanam Nasional Gunung Ciremai (TNGC) berbasis sistem informasi geografis (SIG). Geo Image, 3(1), 1–4.

Pamungkas, A. Y. . (2020). Prediksi wilayah rawan kebakaran hutan di Provinsi Riau menggunakan metode jaringan saraf tiruan. Thesis Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Paulilin, Y., Tjoneng, A., & Abdullah. (2017). Pemetaan zona daerah rawan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Gowa. Jurnal Agrotek, 3(1), 89–97.

Pramesti, D. F., Furqon, M. T., & Dewi, C. (2017). Implementasi Metode K-Medoids Clustering untuk pengelompokkan data potensi kebakaran hutan/lahan berdasarkan persebaran Titik Panas (Hotspot). Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 1(9), 723–732.

Rachman, A., Saharja, B., & Putri, E. (2020). Strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di kesatuan pengelolaan hutan Kubu Raya, Ketapang Selatan, dan Ketapang Utara di Provinsi Kalimatan Barat. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), 25(2), 213–223.

Rachmawati, N., & Susilawati. (2012). Upaya masyarakat dalam mencegah kebakaran pada saat pembukaan lahan Di Desa Gunung Sari Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru. Enviroscienteae, 8, 35–44.

Rahman, A. (2016). Peran taruna siaga bencana dalam mitigasi bencana di Kabupaten Serang dan Kabupaten Sukabumi. Jurnal Sosio Konsepsia, 6(01), 56–78.

Rahman, A., & Yulianti, F. (2018). Mitigasi bencana kebakaran gambut dan pemberdayaan melalui metode restorasi. Jurnal Sosio Informa, 4(2), 448–460.

Septianingrum, R.S. (2018). Dampak kebakaran hutan di Indonesia Tahun 2015. Agric Ecosysim Enviromental.

Solichin, Tarigan, L., Kimman, P., Firman, B., & Bagyono, R. (2007). Manual pemataan daerah rawan kebakaran South Sumatra Forest Fire Managemant Project (SSFFMP).

Syaufina, L., & Hafni, D. A. . (2018). Variabilitas iklim dan kejadian kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Jurnal Silvikultur Tropika, 9(1), 60–68.

Tata, H., Narendra, & Mawazin. (2015). Tingkat kerawanan kebakaran gambut di Kabupaten Musi Bantuasin, Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 14(1), 51–71.

Tata, H., Narendra, B. ., & Mawazin. (2018). Forest and land fires in Pelalawan District, Riau, Indonesia: Drivers, pressures, impacts and responses. Biodiversitas, 19(2), 544–551.

Viviyanti, R., Adila, T. ., & R, R. (2019). Aplikasi SIG untuk pemetaan bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai. Media Komunikasi Geografi, 20(2), 78–89.

World Bank. (2015). Krisis kebakaran asam di Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2021-12-31

Cara Mengutip

Wahyuti, H., & Yeny, I. (2021). Tingkat Kerawanan dan Mitigasi Bahaya Kebakaran Hutan: Studi Kasus di KHDTK Sawala Mandapa, Kadipaten, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 18(2), 109–123. https://doi.org/10.59465/jpht.v18i2.797

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.