Land Cover Changes in Peat Hydrological Unit at East Tanjung Jabung Timur Regency, Jambi Province

(Perubahan Penutupan Lahan di Kawasan Kesatuan Hidrologi Gambut di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi)

Penulis

  • Salsa Fauziyyah Adni
  • Erianto Indra Putra Department of Silviculture, Faculty of Forestry and Environment IPB University
  • Yudi Setiawan Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism, Faculty of Forestry and Environment IPB University

DOI:

https://doi.org/10.59465/jpht.v22i1.575

Kata Kunci:

government policies, land cover classification, peat

Abstrak

Abstract

In Jambi Province, Indonesia, land cover in Tanjung Jabung Timur Regency has experienced substantial transformation over the past two decades. These changes are closely linked to increasing land use pressures, government development policies, and broader environmental challenges such as climate change, biodiversity loss, and peatland degradation. This study aims to analyze the dynamics of land cover change between 2000 and 2022 within the Peat Hydrological Unit (PHU) area of Tanjung Jabung Timur by employing a remote sensing-based approach using cloud computing technology. Landsat 5, 8, and 9 images were classified using the Support Vector Machine (SVM) algorithm on the Google Earth Engine (GEE) platform. The classification incorporated 10 spectral indices to enhance accuracy. The results showed that the SVM classifier achieved a high level of performance, with an Overall Accuracy (OA) of 92.5% and a Kappa coefficient of 88.94. The analysis revealed that the most extensive land cover change occurred in peat swamp forest areas, which were predominantly converted into plantations, contributing to 28.97% of the total PHU area. The findings emphasize the critical role of policy interventions in driving land cover change and highlight the urgent need for sustainable land management strategies to protect peatland ecosystems in the region.

Keywords: Government policies, land cover classification, peat

 

Abstrak

Perubahan tutupan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, Indonesia telah mengalami transformasi substansial selama dua dekade terakhir. Perubahan ini terkait erat dengan meningkatnya tekanan penggunaan lahan, kebijakan pembangunan pemerintah, dan tantangan lingkungan yang lebih luas seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan degradasi lahan gambut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan antara tahun 2000 dan 2022 pada wilayah Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) Tanjung Jabung Timur dengan menggunakan pendekatan berbasis penginderaan jauh menggunakan teknologi cloud computing. Klasifikasi pada Citra Landsat 5, 8, dan 9 dilakukan dengan menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) pada platform Google Earth Engine (GEE). Klasifikasi tersebut menggabungkan 10 indeks spektral untuk meningkatkan akurasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengklasifikasi SVM mencapai tingkat kinerja yang tinggi, dengan Akurasi Keseluruhan (OA) sebesar 92,5% dan koefisien Kappa sebesar 88,94. Analisis menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan yang paling luas terjadi di kawasan hutan rawa gambut, yang sebagian besar telah dikonversi menjadi perkebunan, yaitu sebesar 28,97% dari total luas KHG. Temuan studi ini menekankan peran penting intervensi kebijakan dalam mendorong perubahan tutupan lahan dan menyoroti kebutuhan mendesak akan strategi pengelolaan lahan berkelanjutan untuk melindungi ekosistem lahan gambut di wilayah tersebut.

Kata kunci: Kebijakan pemerintah, klasifikasi penutupan lahan, gambut

Referensi

Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jambi. (2014). Buku data status lingkungan hidup daerah Provinsi Jambi tahun 2014. Jambi.

Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jambi.

Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi. (2015). Jambi dalam angka tahun 2015. Jambi. Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi.

Center for International Forestry Research. (2019). CIFOR Annual report 2019: forest in a time crisis. Bogor. Center for International Forestry Research.

Cohen, J. (1968). Weighted kappa: nominal scale agreement with provision for scaled disagreement or partial credit. Psychol. Bull, 70, 220–231.

Daulay, A.R. (2004). Regional autonomy and sustainable development in Indonesia; the case of oil palm development in Jambi Province [Thesis]. [Brisbane (AU)]: University of Queensland.

Daulay, A.R., Putri, E.I.K., Barus, B., & Noorachmat, B.P. (2016). Analysis of Factors Affecting Lowland Conversion into Palm Oil Plantation in East Tanjung Jabung Regency. Analisis Kebijakan Pertanian, 14,1-15. Doi: http://dx.doi.org/10.21082/akp.v14n1.2016.1-15.

Dewantoro, B.E.B., Khafid, M.A., Putra, A.D.A., Wicaksono, A.P., & Andita, F.W., (2021). Identification of the impact of vegetation cover changes and the development of urban areas on Urban Heat Island using GIS and remote sensing: A case studies of Sleman regency, Province of Yogyakarta. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 1098, 052023. Doi: 10.1088/1757-899X/1098/5/052023.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK. 2016. Sistem Monitoring Karhutla di Indonesia. Jakarta : KLHK.

Gitelson, A.A., Kaufman, Y.J., & Merzlyak, M.N. (1996). Use of a green channel in remote sensing of global vegetation from EOS-MODIS. Remote Sensing of Environment 58,289–298.

Gunawan, H., & Afriyanti, D. (2019). Potensi perhutanan sosial dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam restorasi gambut. Jurnal Ilmu Kehutanan, 13, 227-236.

Huete, A.R. (1988). A soil-adjusted vegetation index (SAVI). Remote Sensing of Environment 25,295-309.

Huete, A.R., Didan, K., Miura, T., Rodriguez, E.P., Gao, X., & Ferreira, L.G. (2002). Overview of the radiometric and biophysical performance of the MODIS vegetation indices. Remote Sensing of Environment 83, 195-213.

Kavzoglu, T., & Colkesen, I. (2009). A kernel functions analysis for support vector machines for land cover classification. Int. J. Appl. Earth Obs. Geoinf, 11,352–359.

Lymburner, L., Beggs, P.J., & Jacobson, C.R. (2000). Estimation of canopy-average surface- specific leaf area using Landsat TM data. Photogrammetric Engineering and Remote Sensing 66, 183- 192.

Rad, A.M., Kreitler, J., & Sadegh, M. (2021). Augmented Normalized Difference Water Index for Improved Surface Water Monitoring. Environmental Modelling and Softwarem 140, 105030.

Rouse jr, J.W., Haas, R.H., Schell, J.A., & Deering, D.W. (1974). Monitoring vegetation systems in the Great Plains with ERTS. NASA special publication, 351, 309.

Shalihati, S.F. (2014). Pemanfaatan Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografi Dalam Pembangunan Sektor Kelautan Serta Pengembangan Sistem Pertahanan Negara Maritim. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Geografi, 3,115–126.

Shobirin, A., Budiarsa, A.A., & Ritonga, I.R. (2016). Pemetaan sebaran gambut menggunakan Citra Landsat 8/ETM+ di Teluk Pangempang Kecamatan Muara Badak Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Ilmu Perikanan Tropis, 22,1–9.

Tosiani, A. 2015. Buku kegiatan serapan dan emisi karbon. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Wicaksono, A., & Zainal. 2022. Peatlands Restoration Policies in Indonesia: Success or Failure?. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 995, 012068. doi:10.1088/1755-1315/995/1/012068.

Xu, H. (2008). A new index for delineating built‐up land features in satellite imagery. International Journal of Remote Sensing 29, 4269-4276.

Zha, Y., Gao, J., & Ni, S. 2003. Use of normalized difference built-up index in automatically mapping urban areas from TM imagery. International Journal of Remote Sensing 24,583- 594.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-30

Cara Mengutip

Adni, S. F., Putra, E. I., & Setiawan, Y. (2025). Land Cover Changes in Peat Hydrological Unit at East Tanjung Jabung Timur Regency, Jambi Province: (Perubahan Penutupan Lahan di Kawasan Kesatuan Hidrologi Gambut di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 22(1), 16–27. https://doi.org/10.59465/jpht.v22i1.575

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.