Potensi Jenis Tanaman Pangan Tahunan di Zona Penyangga Kawasan Hutan untuk Ibu Kota Negara Baru: Sebuah Analisis Keberlanjutan Secara Sosial, Ekonomi dan Ekologis

Potential of Perennial Food Crops in Forest Buffer Zones for the New Capital City: A Social, Economic, and Ecological Sustainability Analysis

Penulis

  • Dian Charity Hidayat National Research and Innovation Agency
  • Tri Astuti Wisudayati Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Dony Rachmanadi Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Arief Susianto Balai Penerapan Standar Instrumen LHK, Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan, Banjar Baru, Kalimantan Selatan
  • Supriadi Supriadi Balai Penerapan Standar Instrumen LHK, Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan, Banjar Baru, Kalimantan Selatan
  • Surati Surati Pusat Riset Masyarakat Budaya, Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Dewi Ratna Kurnia Sari Pusat Riset Kependudukan, Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Kresno Agus Hendarto Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Agus Hendarto Pusat Riset Kependudukan, Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Shine Pintor Siolemba Patiro Universitas Terbuka Tangerang Selatan, Banten

DOI:

https://doi.org/10.59465/jpht.v21i2.436

Abstrak

Abstract


Rice cultivation has proven less profitable due to landscape incompatibility in forest-surrounded areas and high pest prevalence. Most local communities in the Kayan Sembakung area, which is prioritized for food buffers, prefer cultivating perennial crops over the government’s commodity directives. Therefore, it is essential to identify suitable perennial food commodities that align with community preferences, social conditions, and economic, and ecological factors to support the National Capital (IKN) food buffer program. This study aims to identify superior, socially acceptable, economically viable, and ecologically suitable commodities. Primary and secondary data were analyzed using locations quotient, observation, and cost-benefit analysis. Superior commodities across research locations showed considerable diversity, which could be well-identified using triangulation methods, specifically location quotient, interview, and observation. The research reveals that perennial food commodities, specifically Citrus nobilis (mandarin oranges), Citrus aurantifolia (lime), Psidium guajava (guava), Piper nigrum (pepper), and Coffea liberica. (Liberica coffee) exhibit development potential, though technical cultivation assistance, marketing support, and scale enhancement are still required. Perennial food crops demonstrated better resilience in agricultural land characterized by alluvial soil, thin peat and moderate peat, tidal swamps, and seasonal flooding. Annual food crops should be prioritized as key commodities in regional food buffer programs in forest buffer zones to ensure sustainability.


Keywords: Farming business, perennial crops, triangulation, sustainable analysis


Abstrak


Budidaya padi terbukti kurang menguntungkan karena ketidaksesuaian lanskap di kawasan yang dikelilingi hutan dan tingginya prevalensi hama. Sebagian besar masyarakat lokal di daerah kawasan Delta Kayan Sembakung, daerah yang diprioritaskan untuk penyangga pangan, lebih memilih budidaya tanaman tahunan dibandingkan arahan komoditas dari pemerintah. Oleh karena itu, perlu identifikasi komoditas pangan tahunan yang sesuai dengan preferensi, kondisi sosial masyarakat, ekonomi, dan ekologinya untuk mendukung program penyangga pangan untuk Ibu Kota Negara (IKN). Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi komoditas unggulan yang dapat diterima secara sosial, layak secara ekonomi, dan sesuai secara ekologis. Data primer dan sekunder dianalisis
menggunakan location quotient, observasi, dan cost benefit analysis. Komoditas unggulan di lokasi penelitian menunjukkan beragam, yang dapat diidentifikasi menggunakan metode triangulasi khususnya location quotient, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas pangan tahunan seperti Citrus nobilis (jeruk siam), Citrus aurantifolia (jeruk nipis), Psidium guajava (jambu biji), Piper nigrum (lada), dan Coffea liberica. (kopi liberika) berpotensi untuk dikembangkan, namun masih memerlukan pendampingan baik dalam teknik budidaya, pemasaran, dan peningkatan skala usahanya. Tanaman pangan tahunan mampu tumbuh baik di areal tanah aluvial, gambut tipis, dan gambut sedang, rawa pasang surut, dan banjir musiman. Tanaman pangan tahunan dapat menjadi komoditas prioritas pada program daerah penyangga pangan di atas zona penyangga kawasan hutan agar dapat berkelanjutan.


Kata kunci: Usaha tani, pangan tahunan, triangulasi, pertanian berkelanjutan

Referensi

Aluhariandu, V.E., Tariningsih, D., & Lestari, P.F.K. (2016). Analisis usaha tani jeruk siam dan faktor-faktor yang memepengaruhi penerimaan petani (studi kasus di Desa Bayung Gede Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli).

Agrimeta, 6(12), 90058.

Amalia, D.N., Wahyuni, I., & Kurniati, Y. (2022). Kelayakan finansial usaha tani kopi liberika di Kecamatan

Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jurnal Ilmiah SosioEkonomika Bisnis, 25(01), 39-43.

Amelia, N.R.N., Rochdiani, D., & Saefudin, B.R. (2020). Analisis pendapatan usahatani jambu biji varietas getas merah di Desa Panyingkiran, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka. Mimbar Agribisnis, 6(2), 754-764.

Angi, E.M., Kartika, K., & Wiati, C.B. (2022). The potential, wetlands utilization through the social forestry program in Kayan Sembakung Delta, North Kalimantan, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 976(1), 12023.

Antara. (2020). Pemprov Kaltara-GIZ Jerman kelola mangrove Delta Kayan Sembakung.

Ariyani, D.M.A., Santoso, S.I., & Setiadi, A. (2017). Analisis profitabilitas usaha tani jambu biji getas merah di

Kabupaten Kendal. Agromedia: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian, 35(2).

Asbjornsen, H., Hernandez-Santana, V., Liebman, M., Bayala, J., Chen, J., Helmers, M., Ong, C.K., & Schulte,

L.A. (2014). Targeting perennial vegetation in agricultural landscapes for enhancing ecosystem services. Renewable Agriculture and Food Systems, 29(2), 101–125.

Aumora, N.S., Bakce, D., & Dewi, N. (2016). Analisis efisiensi produksi usaha tani kelapa di Kecamatan Pulau

Burung, Kabupaten Indragiri Hilir. Sorot, 11(1), 47-59.

Bhermana, A., Sunarminto, B.H., Utami, S.N.H., & Gunawan, T. (2013). The combination of land resource evaluation approach and gis application to determine prime commodities for agricultural land use planning at developed area (a case study of Central Kalimantan province, Indonesia).

Dalas, I., Edison, E., & Muchlis, F. (2022). Analisis keuntungan usahatani jeruk siam pada lahan gambut di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Journal of Agribusiness and Local Wisdom, 5(2), 38-48.

Datundugon, S.P.S., Elly, F.H., & Kalangi, J.K.J. (2020). Analisis kelayakan finansial usahatani jambu biji kristal

(Psidium guajava L.) (Studi kasus: Petani jambu biji kristal di Desa Warisa Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara). AgriSosioekonomi, 16(3), 469-478.

Denzin, N.K. (2017). The research act: A theoretical introduction to sociological methods. Routledge.

Desa Salim Batu. (2019). Profil Desa Salimbatu 2019 Kecamatan Tanjung Palas Tengah.

Desa Tanjung Buka. (2019). Data Profil Desa Tanjung Buka.

Ekawati, S., Siburian, R., Surati, S., Nurlia, A., Yanarita, Y., & Sundary, L.V. (2024). Zero-burning policy in land

preparation: Social changes and its impact on communities and the environment. Forest and Society, 8(2), 331–349.

Fernando, A.L., Costa, J., Barbosa, B., Monti, A., & Rettenmaier, N. (2018). Environmental impact assessment of

perennial crops cultivation on marginal soils in the Mediterranean Region. Biomass and Bioenergy, 111, 174–186.

Hendayana, R. (2003). Aplikasi Metode Location Quotient (LQ) dalam penentuan komoditas unggulan nasional. Jurnal Informatika Pertanian, 12, 1–21. http://www.litbang.pertanian.go.id/warta-ip/pdf-file/rahmadi-12.pdf

Hidayat, D.C. (2020). “Laporan Analisis Manfaat dan Biaya Komoditas Paludikultur Provinsi Kalimantan Utara.”

Inten, S., Elviana, D., & Nover, B.R. (2017). Peranan penyuluh pertanian dalam peningkatan pendapatan petani komoditas padi di Kecamatan Tanjungselor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Agrifor, 16(1), 103–108.

Kurniawan, E., Nurhapsa, N., Rahim, A., & Zamzam, S. (2023). Analisis kelayakan usaha tani lada di Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. J-SEA (Journal Socio Economics Agricultural), 18(1), 1-5.

Kusumedi, P., & Jariyah, N.A. (2010). Analisis finansial pengelolaan agroforestri dengan pola sengon kapulaga di Desa Tirip, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 7(2), 93–100.

Mamat, H.S. (2017). Analisis keberkelanjutan usahatani tanaman karet di lahan gambut terdegradasi: Studi kasus di Kalimantan Tengah. Industrial Crops Research Journal, 22(3), 115–124.

Maryadi, M., Sutandi, A., & Agusta, I. (2017). Analisis usaha tani lada dan arahan pengembangannya di Kabupaten Bangka Tengah. JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics), 9(2), 23-29.

Miah, A.Q. (2016). Applied statistics for social and management sciences. Applied Statistics for Social and

Management Sciences, 1–444. https://doi.org/10.1007/978-981-10-0401-8

Monsaputra, M. (2024). Analisis penentuan komoditas unggulan tanaman pangan di Provinsi Sumatera Barat dengan pendekatan Location Quotient (LQ) dan Shift Share Analysis (SSA). Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta,

(1), 106–117.

Muhtaram, Z., Arida, A., & Sofyan, S. (2021). Analisis kelayakan finansial usahatani kopi liberika di Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 6(4), 265-275.

Mulyono, J. (2016). Pendekatan location quotient dan shift share analysisdalam penentuan komoditas unggulan tanaman pangan di Kabupaten Bantul. Informatika Pertanian, 25(2), 221–230.

Octavia, D., Wijayanto, N., Budi, S.W., Suharti, S., & Batubara, I. (2023). Agroforestri garut dan kapulaga berbasis sengon (Falcataria moluccana) untuk peningkatan produktivitas lahan hutan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 20(2), 75–90.

Pasqual, J., Padilla, E., & Jadotte, E. (2013). Equivalence of different profitability criteria with the net present value. International Journal of Production Economics, 142(1), 205-210.

Phillips, V.D. (1998). Peatswamp ecology and sustainable development in Borneo. Biodiversity & Conservation,

, 651–671.

Prastyaningsih, S.R., Hardiwinoto, S., Agus, C., & Musyafa. (2019). Development paludiculture on tropical peatland for productive and sustainable ecosystem in Riau. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 256(1).

https://doi.org/10.1088/1755-1315/256/1/012048

Putra, G.A., Raessi, S., & Mahdi, M. (2019). Analisis kelayakan finansial usaha perkebunan jeruk nipis (Citrus Aurantifolia Swingle) di Nagari Padang Gantiang Kecamatan Padang Ganting Kabupaten Tanah Datar. Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis)(JOSETA), 1(1).

Ribeiro, K., Pacheco, F.S., Ferreira, J.W., de Sousa‐Neto, E.R., Hastie, A., Krieger Filho, G.C., Alvalá, P.C., Forti, M.C., & Ometto, J.P. (2021). Tropical peatlands and their contribution to the global carbon cycle and climate change. Global Change Biology, 27(3), 489-505.

Ramdhona, C., Rochdiani, D., & Setia, B. (2019). Analisis kelayakan usahatani jambu kristal (Psidium guajava L.) (Studi kasus pada pengembang budi daya jambu kristal di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican,Kabupaten Ciamis). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 6(3), 596-603.

Sinaga, R.J., & Jufri, S. (2015). Analisis finansial usahatani jeruk nipis (Citrus Aurantifolia) (Studi kasus: Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis,Kabupaten Serdang Bedagai). Journal of Agriculture and Agribusiness Socioeconomics, 4(8), 94299.

Sudrajat, B. (2018). Perancangan kemasan wonosalam luwak coffee sebagai penguatan daya saing produk lokal.

Disertasi, Universitas Negeri Malang.

Sutrisno, A., Wahyuni, E., & Titing, D. (2021). Daya Dukung Lingkungan Daerah Aliran Sungai Kayan dan Sembakung Kalimantan Utara dalam Penyediaan Pangan dan Air. Syiah Kuala University Press.

Tevari, P., Suresh, K., Beeraladinni, D., & Kammar, S. (2023). Economic analysis of horticulture nursery enterprises in Koppal district of Karnataka. Journal of Farm Sciences, 36(02), 189-194.

Uda, S.K., Hein, L., & Adventa, A. (2020). Towards better use of Indonesian peatlands with paludiculture and low-drainage food crops. Wetlands Ecology and Management, 28(3), 509–526. https://doi.org/10.1007/s11273-020-09728-x

Wahyuni, E., Sutrisno, A., Santoso, D., & Egra, S. (2023). Smallholding farmers wellbeing in ecosystem services area of high food provider in border area of Indonesia. Journal of Socioeconomics and Development, 6(2), 172. https://doi.org/10.31328/jsed.v6i2.4838

Wahyunto, N.K., Ritung, S., & Sulaeman, Y. (2014). Indonesian peatland map: method, certainty, and uses. Proceeding Lokakarya Kajian Dan Sebaran Gambut Di Indonesia, 81–96.

Zakaria, W.A., & Haryono, D. (2023). Analisis pendapatan, daya saing dan dampak kebijakan usaha tani lada (Piper nigrum. L) di KabupatenWaykanan. Journal of Agriculture and Animal Science, 3(1), 36-46.

Yan, R., & Zhang, Y. (2022, March). The introduction of NPV and IRR. in 2022 7th International Conference on Financial Innovation and Economic Development (ICFIED, 2022). Atlantis Press, Pp. 1472-1476.

Zhang, Y., Li, Y., Jiang, L., Tian, C., Li, J., & Xiao, Z. (2011). Potential of perennial crop on environmental sustainability of agriculture. Procedia Environmental Sciences, 10, 1141-1147.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-30

Cara Mengutip

Hidayat, D. C., Wisudayati, T. A., Rachmanadi, D., Susianto, A., Supriadi, S., Surati, S., … Patiro, S. P. S. (2024). Potensi Jenis Tanaman Pangan Tahunan di Zona Penyangga Kawasan Hutan untuk Ibu Kota Negara Baru: Sebuah Analisis Keberlanjutan Secara Sosial, Ekonomi dan Ekologis: Potential of Perennial Food Crops in Forest Buffer Zones for the New Capital City: A Social, Economic, and Ecological Sustainability Analysis. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 21(2), 125–141. https://doi.org/10.59465/jpht.v21i2.436