Kelayakan Ekonomi Kegiatan Pemulihan Fungsi Ekosistem Hutan Lindung Gambut Sungai Bram Itam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi

Penulis

  • Dhany Yuniati Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan
  • Darwo Darwo Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan
  • Rina Bogidarmanti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

DOI:

https://doi.org/10.59465/jpht.v16i2.824

Kata Kunci:

Kelayakan finansial, kontunyuitas pendapatan, kebutuhan hidup

Abstrak

Sebagian kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Sungai Bram Itam telah beralih fungsi menjadi areal pertanian dan perkebunan sehingga menyebabkan kerusakan fungsi lindung kawasannya. Untuk memulihkan ekosistemnya diperlukan kajian dengan mempertimbangkan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi melalui pembangunan demplot pola-pola penanaman di kawasan HLG Sungai Bram Itam. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kelayakan ekonomi dari tiga pola penanaman yang dikembangkan pada demplot uji coba. Parameter kelayakan ekonomi yang dievaluasi meliputi kelayakan finansial, kontinyuitas dalam menghasilkan pendapatan, dan kemampuan untuk mencukupi kebutuhan hidup rumah tangga petani. Hasil analisis menunjukan bahwa dari aspek kelayakan finansial, ketiga pola tanam layak untuk dikembangkan. Dari aspek kontinyuitas dalam menghasilkan pendapatan, semua pola tanam yang dikembangkan dapat memberikan pendapatan secara kontinyu. Namun dari aspek kemampuan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga petani hanya pola tanam dengan komposisi 25% tanaman asli gambut (275 pohon/ha) dengan 75% tanaman pinang (825 pohon/ha) yang dapat memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga petani. Untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga petani, maka diperlukan adanya intervensi off farm dan diversifikasi pengelolaan lahan gambut agar kebutuhan rumah tangga petani tercukupi dan sekaligus dapat mengurangi tekanan terhadap lahan gambut di kawasan HLG Sungai Bram Itam.

Referensi

Aprolita, A., Amanah, S., & Susanto, D. (2008). Kemandirian pembudidaya ikan patin di lahan gambut di Desa Tangkit Baru, Kecamatan Kumpe Ulu, Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Jurnal Penyuluhan, 4(2), 126-134.

Achmad, B., Hani, A., Swestiani, D., Suhaendah, E., Ruhimat, I.S., Handayani, W., Rahmawan, B., & Darsono. (2018). Penerapan Model Agroforestri Kayu Pertukangan Jenis Sengon dan Manglid. Balai Penelitian Teknologi Agroforestri.

Berlina, R. (2018). Peluang pemanfaatan buah pinang untuk pangan. Buletin Palma ( 33). 96-105.

Bursatriannyo. (2017). Pinang Betara, Varietas Unggul Pinang Pertama di Indonesia [Internet]. [Diunduh 17 Januari 2018]. Tersedia pada: http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/?p=9094

Daryono, H. (2009). Potensi, permasalahan dan kebijakan yang diperlukan dalam pengelolaan hutan dan lahan rawa gambut secara lestari. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 6(2), 71-101.

Irawanti, S., Surati, Handoyo, Mulyadin, Ariawan, K., Setiadi, A., & Charity, D. (2017). Analisis Mata Pencaharian Masyarakat di Lahan Gambut. Kerjasama Badan Restorasi Gambut dan Puslitbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim. Bogor (ID).

KPHL. (2017). Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) Kesatuan Pengelolaan Hutan Unit XVII KPHL Model Sungai Beram Hitam Tahun 2018 – 2027 Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. KPHL Tanjung Jabung Barat. Tanjung Jabung Barat (ID).

Krisnohadi, A. (2011). Analisis pengembangan lahan gambut untuk tanaman kelapa sawit Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Teknik Perkebunan, 1(1), 1-7.

Manti, I., & Hendayana, R. (2014). Kajian kelayakan ekonomi rakitan teknologi usahatani jagung di lahan gambut. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 8(1), 55-66.

Napitupulu, S.M., & Mudian, B. (2015). Pengelolaan sumber daya air pada lahan gambut yang berkelanjutan. Annual Civil Engineering Seminar. Pekanbaru (ID), 330-337.

Noorginayuwati, Noor, M., & Jumberi, A. (2008). Pemanfaatan dan pengelolaan lahan gambut untuk pertanian: keterbatasan, ketentuan dan kelestarian. Jurnal Alami, 13(1), 1-8.

Nur, M. (2016). Hubungan produksi buah dengan beberapa karakter vegetatif dan generatif populasi pinang betara melalui analisa koefisien lintas. Buletin Palma, 14(1), 34-40. Rizal, Y. (2015). Budidaya Ikan di Lahan Gambut [Internet].[diunduh 10 April 2018]. Tersedia pada: https://kalsel.antaranews.com/berita/25923/budidaya-ikan-di-lahan-gambut .

Tata, H.L., & Pradjadinata, S. (2017). Native species for degraded peat swamp forest rehabilitation. Jurnal Silvikultur Tropika, 7(3), 80-82.

Tata, H.L., & Susmianto, A. (2016). Prospek Paludikultur Ekosistem Gambut Indonesia. Bogor (ID): Forda Press.

Wibowo, A. (2009). Peran lahan gambut dalam perubahan iklim global. Jurnal Tekno Hutan Indonesia, 2(1), 19-28.

Widodo, Y. (2011). Strategi sinergistik peningkatan produksi pangan dalam hutan lestari melalui wanatani. Jurnal Pangan, 20(3), 251-268.

Widyati, E. (2011). Kajian optimasi pengelolaan lahan gambut dan isu perubahan iklim. Jurnal Tekno Hutan Tanaman, 4(2), 57-68.

Yuniati, D. (2018). Analisis Kelayakan Restorasi Hutan Lindung Gambut Berbasis Masyarakat, Institut Pertanian Bogor.

Unduhan

Diterbitkan

2019-12-31

Cara Mengutip

Yuniati, D., Darwo, D., & Bogidarmanti, R. (2019). Kelayakan Ekonomi Kegiatan Pemulihan Fungsi Ekosistem Hutan Lindung Gambut Sungai Bram Itam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 16(2), 87–101. https://doi.org/10.59465/jpht.v16i2.824

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >> 

Artikel Serupa

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.