Kesesuaian Lahan Tanaman Jahe, Kencur, Kunyit, dan Serai Wangi sebagai Komoditas Agroforestri di KHDTK Gunung Bromo, Kabupaten Karanganyar

Penulis

  • Dwi Priyo Ariyanto Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret
  • Ardiana Rahma Wijayanti Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret
  • Jaka Suyana Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.59465/jpht.v19i2.785

Kata Kunci:

Tanaman obat, kesesuaian lahan, upaya pengelolaan

Abstrak

Dalam upaya optimalisasi pemanfaatan lahan di bawah tegakan hutan, tanaman obat dapat digunakan sebagai alternatif tanaman untuk dikembangkan. Kajian kesesuaian lahan diperlukan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman obat yang berpotensi dikembangkan berdasarkan karakteristik lahan. Jenis penelitian ini, yaitu penelitian deskriptif, penentuan titik sampel menggunakan transek, dan analisis data menggunakan metode matching untuk mengetahui kesesuaian lahan beberapa jenis tanaman obat, yaitu jahe, kunyit, kencur, dan serai wangi. Hasil penelitian menunjukkan kelas kesesuaian lahan aktual sesuai marginal (S3) pada SPL 9 - SPL 10 dan tidak sesuai (N) pada SPL lainnya untuk jenis tanaman jahe, kencur, dan kunyit sedangkan pada jenis tanaman serai wangi sesuai marginal (S3) pada semua SPL. Faktor pembatas pada kelas kesesuaian lahan, yaitu kemiringan lereng, pH tanah, dan ketersediaan hara P. Upaya pengelolaan pada faktor pembatas yaitu pembuatan terasering, pengapuran dan pemupukan

Referensi

Andrian, Supriadi, & Marpaung, P. (2016). Pengaruh ketinggian tempat dan kemiringan lereng terhadap produksi karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) di Kebun Hapesong PTPN III Tapanuli Selatan. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2(6), 1-23.

Butarbutar, T., Hakim, I., Sakuntaladewi, N., Dwiprabowo, H., Rumboko, L., & Irawanti, S. (2018). Land suitability assessment of nine species for agroforestry in Nambo, West Java. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman,

15(1), 1–66.

Dacosta, M., Sudirga, S.K., & Muksin, I.K. (2017). Perbandingan kandungan minyak atsiri tanaman sereh wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) yang ditanam di lokasi berbeda. Simbiosis, 1(25). https://doi.org/10.24843/jsimbiosis.20 17.v05.i01.p06

Dewi, I., Trigunasih, N., & Kusmawati, T. (2017). Prediksi erosi dan perencanaan konservasi tanah dan air pada Daerah Aliran Sungai Saba. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 1(1), 12-23.

Hadi, E.E.W., Widyastuti, S.M., & Wahyuono, S. (2016). Keanekaragaman dan pemanfaatan tumbuhan bawah pada sistem agroforestri di Perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 23(2), 206-214.

Hermanto, Murniati, N., & Bahri, S. (2022). Studi pertumbuhan tanaman serai wangi dengan perlakuan dosis biochar (Cymoopogon nardus L.) pada tanah ultisol dalam polybag. Jurnal Agrotek Indonesia, 18(7), 14-18.

Hidayat, M.Y., Fauzi, R., & Siregar, C.A. (2021). Kesesuaian lahan beberapa jenis tanaman untuk perbaikan kualitas lahan di Hutan Lindung Sekaroh. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 18(1), 13-27.

Istiqomah, N. (2013). Aplikasi pupuk kandang kotoran ayam pada penyetekan kunyit putih. ZIRAA’AH, 37(2), 6-13.

Juliarti, A., Wijayanto, N., Mansur, I., & Trikoesoemaningtyas. (2020). Analisis rendemen minyak serai wangi (Cymbopogon nardus L.) yang ditanam dengan pola agroforestri dan monokultur pada lahan revegetasi pasca tambang batubara. Jurnal Sylva Lestari, 8(2), 181-188.

Liyanda, M., Karim, A., & Abubakar, Y. (2012). Analisis kriteria kesesuaian lahan terhadap produksi kakao pada tiga klaster pengembangan di Kabupaten Pidie. Jurnal Agrista,16(2), 62-79.

Mulyono, D. (2012). Evaluasi kesesuaian lahan dan arahan pemupukan N, P, dan Kdalam budidaya tebu untuk pengembangan daerah Kabupaten Tulungagung. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 11(1), 47-53. https://doi.org/10.29122/jsti.v11i1.811

Ritung, S., Nugroho, K., Mulyani, A., & Suryani, E. (2011). Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian (Edisi Revisi). In Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. https://doi.org/10.1039/c6qm00199h

Rizal, H.B.A., Nurhaedah, N., & Hapsari, E. (2012). Kajian strategi optimalisasi pemanfaatan lahan hutan rakyat di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 9(4), 216-228. https://doi.org/10.20886/jsek.2012.9.4

.216-228

Rosita, Rahardjo, M., & Kosasih. (2020). Pola pertumbuhan dan serapan hara N, P, K tanaman bangle (Zingiber purpureum Roxb.). Jurnal Penelitian Tanaman Industri, 11(1), 32. https://doi.org/10.21082/jlittri.v11n1.2 005.32-36

Ruhnayat, A. (2011). Kebutuhan Unsur Hara Beberapa Tanaman Obat Berimpang dan Responnya terhadap Pemberian Pupuk Organik, Pupuk Io dan Pupuk Alam. http://balittro.litbang.deptan.go.id.

Sadono, R., Soeprijadi, D., & Wirabuana, P.Y.A.P. (2020). Kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman kayu putih dan implikasinya terhadap teknik silvikultur. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 10(1), 43-51. https://doi.org/10.29244/jpsl.10.1.43-51

Subaryanti, Sulistyaningsih, Y.C., Iswantini, D., & Triadiati, T. (2021). Essential oil components, metabolite profiles, and idioblast cell densities in galangal (Kaempferia galanga l.) at different agroecology. Agrivita, 43(2), 245-261. https://doi.org/10.17503/agrivita.v43i 2.2631

Sudibyo, J., & Kosasih, A. S. (2011). The land suitability analysis of community forest in the Village Tambak Ukir, Subdistrict Kendit, Situbondo. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 8(2), 125- 133.

Sutandi, A., & Barus, B. (2007). Land suitability model for curry. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 9(1), 20-26. https://doi.org/10.29244/jitl.9.1.20-26

Widyaningsih, T.S., & Achmad, B. (2012). Analisis finansial usaha tani hutan rakyat pola wanafarma di Majenang, Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 9(2), 105-120. https://doi.org/10.20886/jpht.2012.9. 2.105-120

Wijaya, K., Mustofa, A., Hardanto, A., Sumarni, E., Sudarmaji, A., Sulistyo, S.B., Kuncoro, P.H., Siswantoro, S., Margiwiyatno, A., Ropiudin, R., Ritonga, A.M., & Novitasari, D. (2021). Pengaruh jadwal irigasi dan dosis pupuk organik terhadap sifat fisik tanah dan pertumbuhan serai wangi. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 9(3), 262-271.https://doi.org/10.21776/ub.jkptb.2021.009.03.08

Unduhan

Diterbitkan

2022-12-30

Cara Mengutip

Priyo Ariyanto, D., Rahma Wijayanti, A., & Suyana, J. (2022). Kesesuaian Lahan Tanaman Jahe, Kencur, Kunyit, dan Serai Wangi sebagai Komoditas Agroforestri di KHDTK Gunung Bromo, Kabupaten Karanganyar. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 19(2), 75–89. https://doi.org/10.59465/jpht.v19i2.785

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.