Status Kelestarian Habitat di Taman Nasional Bukit Tigapuluh
Kata Kunci:
Kelestarian Habitat, Perubahan Tutupan Lahan, NDVI, Taman Nasional Bukit TigapuluhAbstrak
Pengelolaan kawasan konservasi khususnya Taman Nasional mengalami ancaman akibat berkurangnya luas kawasan hutan dan degradasi hutan akibat perubahan tutupan lahan. Salah satunya yaitu Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi status kelestarian habitat setelah terjadi perubahan tutupan lahan dan faktor penyebab perubahan tutupan lahan. Identifikasi klasifikasi tutupan lahan melalui klasifikasi terbimbing. Faktor penyebab perubahan tutupan ditentukan melalui analisis deskriptif hasil wawancara. Identifikasi status kelestarian habitat yaitu terhadap kerapatan vegetasi dilakukan dengan analisis NDVI sementara terhadap tingkat kerawanan longsor dengan overlay peta tutupan lahan dengan peta jenis tanah, penggunaan lahan, curah hujan dan peta kelerengan. Perubahan tutupan lahan tertinggi di TNBT yaitu hutan primer yang berubah menjadi hutan sekunder dan mengalami penurunan luasan mencapai 7,46%. Faktor penyebab terjadinya perubahan tutupan lahan yaitu adanya masyarakat yang tinggal di dalam kawasan TNBT, kebakaran hutan akibat faktor manusia serta tekanan dari kawasan penyangga. Status kelestarian habitat keanekaragaman hayati yaitu TNBT didominasi tingkat kerapatan vegetasi yang tinggi yaitu 46%; tingkat kerawanan longsor tingkat sedang yaitu 92,02%.; serta tingkat kelestarian habitat tingkat tinggi mencapai 44,43% dari total luas TNBT di Wilayah STPN II Belilas.
Referensi
Achmad, E., Hamzah., Albayudi., & Priambodo. (2020). Analisis Perubahan Tutupan Lahan pada Zonasi Pengelolaan Taman Nasional Bukit Tigapuluh Menggunakan Citra Landsat. Jurnal Hutan Tropis 8(2), pp. 172-184.https://doi.org/10.20527/jht.v8i2.9047
Ashcroft, M. B., Gollan, J. R., & Ramp, D. (2014). Creating vegetation density profiles for a diverse range of ecological habitats using terrestrial laser scanning. Methods in Ecology and Evolution, 5(3), 263–272. doi:10.1111/2041-210x.12157
Balai TNBT. (2021). Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Tebo dan Tanjung Jabung Barat.Rengat: Taman Nasional Bukit Tigapuluh
Departemen Kehutanan. 2003. Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.305/Kpts-II/2003. Jakarta: Departemen Kehutanan.
Foulton, A., Yoza, D. & Oktorini, Y., (2022). Identifikasi Kelimpahan Jenis Satwa Mangsa Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) Menggunakan Kamera Jebak di Resort Talang Lakat Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan, 17 (1), pp.55-68. https://doi.org/forestra.v17il.7402
Gunawan, H., Noer, I. S., Al-Faritsi, M. F., Rosyidi, A., Sugiarti, S., & Saputra, R. A. (2022). Perubahan Keanekaragaman Jenis Satwa di Taman Kehati Bumi Patra, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 19(2), 219-230. https://doi.org/10.20886/jphka.2022.19.2.219-230
Hidayat, O., & Kayat, K. (2020). Pendekatan preferensi habitat dalam penyusunan strategi konservasi in situ Kakatua Sumba (Cacatua sulphurea citrinocristata, Fraser 1844). Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 17(2), 113-126. https://doi.org/10.20886/jphka.2020.17.2.113-126
Kwatrina, R.T. & Antoko, B.S, (2007). Rasionalisasi Zonasi Taman Nasional Bukit Tigapuluh: Penerapan Kriteria dan Indikator Zonasi serta Tingkat Sensitivitas Ekologi. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 4(4), pp. 391- 407. https://doi.org/10.20886/jphka.2007.4.4.391-407
Kuswanda, W. (2017). Pemanfaatan Lahan Penyangga dan Kebijakan Pemerintah untuk Mengurangi Konflik Manusia dengan Orangutan (Pongo abelii esson): Studi Kasus Pelepasliaran Orangutan di Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Riau. Inovasi, 14(2),pp. 118-129. https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=J-9Nv2sAAAAJ&cstart=20&pagesize=80&sortby=pubdate&citation_for_view=J-9Nv2sAAAAJ:VLnqNzywnoUC
Latuamury, B., Gunawan, T., & Suprayogi, S. (2012). Pengaruh kerapatan vegetasi penutup lahan terhadap karakteristik resesi hidrograf pada beberapa SubDAS di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi DIY. Majalah Geografi Indonesia, 26(2), pp. 99-116. https://doi.org/ 10.22146/mgi.13418
Putikasari, V., Dahlan, E.N. & Prasetyo, L.B. (2014). Analisis Perubahan Penutupan Lahan dan Faktor Sosial Ekonomi Penyebab Deforestasi di Cagar Alam Kamojang. Media Konservasi, 19(2)., pp. 126-140. https://dx.doi.org/10.29243/medkon.19.2.%p
Surni, S., Baja, S., & Arsyad, U., (2015). Dynamics of Changes in Land Use, Land Cover Concerning to Potential Loss of Biodiversity in the Downstream of Tallo Watershed, South Sulawesi. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia 1(5), pp. 1050-1055. https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010515
Sutarno & Setyawan, A.D. (2014). Biodiversitas Indonesia: Penurunan dan upaya pengelolaan untuk menjamin kemndirian bangsaa. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. 1(1), 1-13. http://dx.doi.org/10.13057/psnmbi/m01010
Widjaja, Elizabeth A., Rahayuningsih, Y., Rahajoe, J.S., Ubaidillah, R., Maryanto, I., Walujo, E.B dan Semiadi, G. (2014). Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia 2014. Jakarta: LIPI Press. http://penerbit.lipi.go.id/data/naskah1432194926.pdf http://penerbit.lipi.go.id/data/naskah1432194926.pdf
Zhou, T., Chen, B. M., Liu, G., Huang, F. F., Liu, J. G., Liao, W. B., & Peng, S. L. (2015). Biodiversity of Jinggangshan Mountain: the importance of topography and geographical location in supporting higher biodiversity. PLoS One, 10(3). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0120208
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



