Keanekaragaman Hayati dan Rosot Karbon Pada Rawa-Gambut di Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau
DOI:
https://doi.org/10.59465/jpht.v17i1.817Kata Kunci:
Biomassa, gambut, karbon, regenerasi, struktur tegakanAbstrak
Penelitian keanekaragaman hayati dan rosot karbon masih diperlukan pemerintah untuk mendukung kebijakan dalam rangka mengelola hutan secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis komposisi jenis, struktur tegakan, biomassa dan rosot karbonnya pada rawa-gambut di Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Metode penelitian dilakukan dengan cara inventarisasi vegetasi guna mengetahui potensi tegakan, permudaan, biomassa dan rosot karbon. Sampel plot diambil secara acak berupa plot berukuran 100 m x 100 m di setiap kondisi hutan sekunder tua, hutan sekunder muda dan hutan belukar tua pada hutan lindung rawa-gambut. Jenis Gymnacranthera paniculata, Shorea teysmanniana dan Shorea gibbosa ditemukan tersebar merata di setiap kondisi hutan rawa-gambut. Struktur tegakan ketiga kondisi hutan rawa-gambut masih seperti hutan alam rawa-gambut dengan kurva struktur tegakan berbentuk huruf “J” terbalik. Ketiga kondisi hutan rawa-gambut tersebut memiliki biomassa dan simpanan karbon yang tinggi dengan biomassa dan simpanan karbon tertinggi ada di hutan sekunder tua dan terendah di hutan belukar tua. Kondisi hutan sekunder tua berpotensi untuk menyerap karbon dioksida di udara yang tertinggi. Pohon yang potensial dijadikan sumber benih adalah pohon S. teysmanniana, S. gibbosa, dan Diospyros maingayi.
Referensi
Arbainsyah., De longh, H.H., & Kustiawan, W. (2014). Structure, composition and diversity of plant communities in FSC-certified, selectively logged forests of different ages compared to primary Rain Forest. Biodiversity Conservation,23(10), 24-45.
[BPS] Badan Pusat Statistik. (2018).Bengkalis Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkalis. Provinsi Riau.
Chave, J., Mechain, M.R., Burqueez, A., Chidumayo, E., Colgan, M.S., Delitti, W.B.C., Dugue, A., Eid, T., Fearnside, P.M., Goodman, R.C., Henry, M., Yrizar, A.M., Mugasha, W.A., Landau, H.C.M., Mencuccini, M., Nelson, B.W., Ngomanda, A., Noguiera, E.M., Malavessi, E.O., Pelissier, R., Ploton, P., Ryan, C.M., Soldarriaga, J.G. & Vieilledent, G. (2014). Improved allometric models to estimate the aboveground biomass of tropical trees. Global Change Biology (2014), doi: 10.1111/ gcb.12629
Dharmawan, I.W.S., & Samsoedin, I. (2012). Dinamika potensi biomassa karbon pada landskap hutan bekas tebangan di Hutan Penelitian Malinau. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 9(1), 12-20.
Dharmawan, I.W.S. (2012). Evaluasi Dinamika Cadangan Karbon Tetap pada Hutan Gambut Primer dan Bekas Terbakar di Hampangen dan Kalampangan, Kalimantan Tengah. Desertasi Doktor. Sekolah Pasca Sarjana IPB, Bogor.
Heriyanto, N.M., Samsoedin, I., & Kartawinata, K. (2019). Trre species diversity, structural characteristics and carbon stock in a one-hectare plot of the protection forest area in West Lampung Regency, Indonesia. Reinwardtia, 18(1), 1-18.
Heriyanto, N.M., Samsoedin, I., & Bismark, M. (2019). Keanekara- gaman hayati flora dan fauna di Kawasan Hutan Bukit Datuk Dumai Provinsi Riau. Jurnal Sylva Lestari, 7(1), 82-94.
High Carbon Stock/HCS Approach. (2017). Pendekatan Stok Karbon Tinggi Mempraktekkan Nihil Deforestasi. The HCS Approach Toolkit, Module 4, Version 2.0. Kuala Lumpur, HCS Approch Steering Group.
[IPCC] International Panel on Climate Change. (2013). Climate change 2013 the physical basis working group I contrubution to the fifth assessment report of the IPCC. Switzerland.
[INCAS] Indonesia National Carbon Accounting System. (2015). Indonesia Luncurkan Alat Baru Hadapi Perubahan Iklim. Program REDD-I. Hutan dan Perubahan Iklim di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia.
Kartawinata, K. (2016). Diversitas Ekosistem Alami Indonesia. Cetakan ke-2, Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Laumonier, Y., Uryu, Y., Stuwe, M., Budiman, A., Setiabudi, B., & Hadian, O. (2010). Eco-floristic sectors and deforestation threats in Sumatra: identifying new conservation area network priorities for ecosystem-based land use planning. Biodivers Conserv, 19, 1153-1174. DOI: 10.1007/s10531- 010-9784-2.
Masganti, Wahyunto., Dariah., A., Nurhayati, & Yusuf, R., (2014). Karakteristik dan potensi pemanfaatan lahan gambut terdegradasi di Provinsi Riau. Jurnal Sumberdaya Lahan, 8,47-54.
Mueller-Dombois, & Ellenberg. (2016). Ekologi vegetasi: Tujuan dan Metode Terjemahan Aims and Methods of Vegetation Ecology oleh Kartawinata,
K., & Abdulhadi, R.). LIPI Press & Yayasan Pustaka Obor. Jakarta.
Nurhayati, A.D., Aryanti, E., & Saharjo, B.H., (2010). Kandungan emisi gas rumah kaca pada kebakaran hutan rawa-gambut di Pelalawan Riau. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 15(2), 78-82.
Purwanta, W. (2010). Penghitungan emisi karbon dari lima sektor pembangunan berdasar metode IPCC dengan verifikasi faktor emisi dan data aktivitas lokal. Jurnal Teknologi Lingkungan, 11(1), 71-77.
Rahmah, K. Kartawinata, Nisyawati, Wardhana, & Nurdin, E. (2016). Tree species diversity in the lowland forest of the core zone of the Bukit Duabelas National Park, Jambi, Indonesia. Reinwardtia, 15(1), 11-26.
Ripin, Astiani, D., & Burhanuddin. (2017).Jenis-jenis pohon penyusun vegetasi hutan rawa- gambut di Semenanjung Kampar Kecamatan Teluk Meranti Provinsi Riau. Jurnal Hutan Lestari, 5(3), 807-813.
Rosalina, Y., Kartawinata, K., Nisyawati, Nurdin, E., & Supriatna, J. (2013). Kandungan karbon di hutan rawa- gambut kawasan konservasi PT National Sago Prima, Kepulauan Meranti, Riau. Buletin Kebun Raya, 16(2), 115-130.
Rosalina, Y., Kartawinata, K., Nisyawati, Nurdin, E., & Supriatna, J. (2014). Floristic composition and structure of a peat swamp forest in the conservation area of the PT National Sago Prima, Selat Panjang, Riau, Indonesia. Reinwardtia. 14(1), 193-210.
Sadili, A., Kartawinata, K., Soedjito, H. & Sambas, E. (2018) Tree species diversity in a pristine montane forest previously untouched by human activities in Foja Mountains, Papua, Indonesia. Reinwardtia, 17(2), 133-154.
Samsoedin, I., & Heriyanto, N.M. (2010). Struktur dan komposisi hutan pamah bekas tebangan ilegal di kelompok hutan Sei Lepan, Sei Serdang, Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 8(3), (299-314.
Samsoedin, I., Heriyanto, N.M., & Bismark, M. (2014). Keanekara- gaman hayati flora dan fauna di kawasan hutan Pertamina Bukit Datuk Dumai, Provinsi Riau. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 11(1), 77-89.
Sheil, D., Kartawinata, K., Samsoedin, I., Priyadi, H., & Afriastini, J.J. (2010). The lowland forest tree community in Malinau, Kalimantan (Indonesian Borneo): results from a one-hectare plot. Plant Ecology & Diversity, 3(1), 59-66.
Supriadi, A., & Abdurachman. (2018). Sifat pemesinan lima jenis kayu asal Riau. Jurnal Penelitian Hasil Hutan,36(2), 85-100.
The Plant List. (2013). The Plant List Version 1.1. Royal Botanic Gardens, Kew, U.K. an Missouri Botanical Garden, Missouri, U.S.A.
Wahyunto, Dariah, Pitono & Sarwani. (2013). Prospek pemanfaatan lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Perspektif,12(1),11-12.
Wardani, M., Astuti, I..P., & Heriyanto, N.M. (2017). Analisis vegetasi jenis- jenis Dipterocarpaceae di kawasan hutan Seksi I Way Kanan, Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Buletin Kebun Raya, 20(1), 51-64.
Widhi S.J.K,, & Murti, S.H. (2014). Estimasi stok karbon hutan dengan memanfaatkan citra landsat 8 di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. Jurnal Bumi Indonesia, 3(2), 1-11
Yuniawati. (2013) Pengaruh pemanenan kayu terhadap potensi karbon tumbuhan bawah dan serasah di lahan gambut (Studi kasus di areal HTI kayu serat PT RAPP Sektor Pelalawan, Provinsi Riau). Jurnal Hutan Tropis, 1(1), 24-31.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 Jurnal Penelitian Hutan Tanaman

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












