Uji Adaptasi Hybrid Ulat Sutra asal Tiongkok
DOI:
https://doi.org/10.59465/jpht.v18i2.800Kata Kunci:
Produkitivitas, komersial, hybrid impor, telur ulat sutraAbstrak
Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pengembangan persutraan alam di Indonesia adalah pemenuhan bibit ulat sutra unggul. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka dapat dilakukan pengadaan bibit unggul yang berasal baik dari dalam negeri maupun impor. Bibit unggul harus memiliki kualitas dan produktivitas yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk menguji produktivitas dan kualitas bibit ulat sutra hybrid Liangguang II asal Tiongkok dibandingkan dengan hybrid lokal komersial C301 dan hybrid lainnya. Penelitian dilakukan di Stasiun Pembinaan Persutraan Alam, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit hybrid Liangguang II memiliki kualitas ulat yang lebih baik dari hybrid lokal komersial C301. Hybrid Liangguang II memiliki masa larva yang lebih pendek 1 hari 2 jam, kualitas kokon lebih baik, produktivitas kokon lebih tinggi, dan kualitas filamen sama dengan hybrid C301. Hybrid Liangguang II memiliki persentase kulit kokon (22,19%) lebih unggul dibandingkan dengan hybrid impor jenis F9X7 asal Tiongkok (20,96%) dan hybrid Bulgaria (19,26%). Hybrid Liangguang II direkomendasikan untuk dikembangkan di dataran tinggi di Jawa Barat.
Referensi
Andadari, L., & Kuntadi, K. (2014). Perbandingan hybrid ulat sutera (Bombyx mori L.) asal Cina dengan hybrid lokal dI Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 11(3), 173-183. https://doi.org/10.20886/jpht.2014.11.3.173-183
Andadari, L., Muin, N., Pudjiono, S., Dewi, R., & Sari, H. (2014). Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya tanaman murbei (Morus spp) dan ulat sutera (Bombyx mori L.) (M. Kaomini (ed.)). Forda Press.
Andadari, L., & Sunarti, S. (2015). Kualitas kokon hasil persilangan antara ulat sutera (Bombyx mory L.) ras Cina dan ras Jepang. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan, 9(1), 43-51. https://doi.org/10.20886/jpth.2015.9.1.43-51.
Andadari, L., Ekawati, D., & Kuntadi. (2016). Kualitas kokon bibit hybrid ulat sutera (Bombyx mori L.) asal Bulgaria dan Indonesia. Prosiding Seminar Nasional PEI, 179-182.
Andadari, L. (2016). Pemilihan jenis hybrid ulat sutera yang optimal untuk dikembangkan di dataran tinggi dan/atau dataran rendah. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 13(1), 13-21.
Arief, A.M. (2019). Industri kain sutra : perajin kesulitan bahan baku Sejak 2000. Bisnis.Com. https://ekonomi.bisnis.com/read/20190321/257/902630/industri-kain-sutera-perajin-kesulitan-bahan-baku-sejak-2000
Atmosoedarjo, S., Kartasubrata, J., Kaomini, M., Saleh, W., & Meordoko, W. (2000). Sutera alam Indonesia. Yayasan Sarana Wana Jaya.
Badan Standarisasi Nasional. (2010). SNI 7635: 2010 Kokon Segar Jenis Bombyx mori L.
Balai Pesutraan Alam. 2010. Pedoman Teknik Budidaya Sutra Alam.
Chauchan, T., & Tayal, M.K. (2017). Mulberry sericulture. In Omkar (Ed.), Industrial Entomology (pp. 1-465). springer nature Singapore Pte. Ltd. https://doi.org/10.1007/978-981-10-3304-9
Chen, H.J., Ying, S., Jun, L., Lixia, M., Zou, Y.X., & Liao, S.T. (2014). Changes of 1-deoxynojirimycin with hypoglycemic activity in silkworm (Bombyx mori L.) during different developmental stages. Medicinal Chemistry, 4(9), 630-634. https://doi.org/10.4172/2161-0444.1000205.
Harbi, J., Nurrochmat, D. R., & Kusharto, C.M. (2016). Pengembangan usaha persuteraan alam Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Risalah Kebijakan Pertanian Dan Lingkungan, 2(2), 129–136. https://doi.org/10.20957/jkebijakan.v2i2.10983
Hartati. (2015). Analisis Fenotip Ulat Sutera (Bombyx mori L.). In Analisis fenotip ulat sutera (Bombyx mori L.)(Cetakan I). Global Research and Consulting Institute.
Mirhosseini, S.Z. Nematollahian, S., Ghanipoor, M., & Seidavi, A. (2010). Comparison of phenotypic and genetic performance of local silkworm groups and two commercial lines. Biological Research, 43(4), 411-416. https://doi.org/10.4067/S0716-97602010000400005
Noerati, Gunawan, Ichwan, M., & Sumihartati, A. (2013). Teknologi Tekstil. In Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Guru (p. 390). Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil.
Qin, D.Y., Wang, G.H., Dong, Z.M., Xia, Q.Y., & Zhao, P. (2020). Comparative fecal metabolomes of silkworms being fed mulberry leaf and artificial diet. Insects, 11(12), 1-15. https://doi.org/10.3390/insects11120851
Sajgotra, M., Verma, G., & Vikas Gupta. (2018). Comparative effect of feeding frequency on economic traits of bivoltine silkworm, Bombyx mori L. Journal of Entomology and Zoology Studies, 6(3), 1678-1682.
Sudan, K., & Bukhari, R. (2021). Comparative study of nutritional, climatic and economical factors on growth and development of silkworm (Bombyx mori L.). Uttar Pradesh Journal Of Zoology, 42(4), 44-52
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Penelitian Hutan Tanaman

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












