KARAKTERISTIK HABITAT Syzygium pycnanthum (Merr.) L.M. Perry DI GUNUNG BAUNG, JAWA TIMUR
Kata Kunci:
Habitat, Syzygium, pycnanthum, Gunung Baung, vegetasiAbstrak
Gunung Baung adalah salah satu kawasan konservasi yang memiliki tipe ekosistem hutan munson dataran rendah di Jawa Timur. Keanekaragaman spesies tumbuhan beserta kondisi lingkungan yang terdapat di dalamnya membentuk suatu ekosistem yang khas. Salah satu spesies tumbuhan yang cukup banyak dijumpai di Gunung Baung adalah Syzygium pycnanthum (Merr.) L.M. Perry. Spesies ini termasuk ke dalam suku Myrtaceae (jambu-jambuan). Penelitian ekologi habitat spesies ini dilakukan untuk dapat mengetahui persebaran, struktur populasi serta karakter tempat tumbuhnya di Gunung Baung. Metode eksplorasi, pemetaan dan pembuatan petak-petak sampling pengamatan dengan total luas 10 ha dilakukan untuk mendapatkan data persebaran dan karakter tempat tumbuh spesies ini. Sebanyak 235 individu tercatat dalam petak pengamatan, terdiri atas 42 individu tingkat semai, 75 individu tingkat pancang, 49 individu tingkat tiang dan 69 idividu tingkat pohon. Secara umum jenis ini memiliki struktur populasi yang normal untuk mampu berkembang, dimana kurva strata pertumbuhannya berbentuk “J terbalik”. Tempat tumbuh S. pycnanthum di Gunung Baung adalah di daerah lereng mulai landai hingga curam. Pada fase permudaan (strata semai dan pancang) jenis ini banyak tumbuh di daerah lereng pada tempat yang ternaungi dan berdekatan dengan rumpun bambu duri (Bambusa blumeana). Pada strata tiang dan pohon jenis ini banyak tumbuh di tempat yang lebih terbuka dengan vegetasi campuran semak, pohon dan sedikit bambu. Faktor jumlah individu pohon dan ketinggian tempat adalah faktor lingkungan yang mempengaruhi keberadaannya di Gunung Baung.
Referensi
Abdurachman. (2008). Struktur Tegakan Pada Hutan Alam Bekas Tebangan. Info Teknis Dipterocarpa, 2(1), 59–66.
Ahmad, B., Baider, C., Bernardini, B., Biffin, E., Brambach, F., David, B., … Wilson, P. G. (2016). Syzygium (Myrtaceae): Monographing a taxonomic giant via 22 coordinated regional revision. PeerJ Preprints. https://doi.org/10.7287/peerj.preprin ts.1930v1
Arifiani, D., & Mahyuni, R. (2012). Keanekaragaman flora di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Provinsi Lampung. Berita Biologi,11(2), 149–160.
Avalos, G., Hoell, K., Gardner, J., Anderson, S., & Lee, C. (2006). Impact of the invasive plant Syzygium jambos (Myrtaceae) on patterns of understory seedling abundance in a Tropical Premontane Forest, Costa Rica. Revista de Biologia Tropical, 54(2), 415–421.
Baung Camp. (2008). Taman Wisata Alam Gunung Baung.
BBKSDA Jawa Timur. (2008). Taman Wisata Alam Gunung Baung. Chanan, M. (2011). Potensi karbon di atas permukaan tanah di blok perlindungan Taman Wisata Alam Gunung Baung Pasuruan - Jawa Timur. GAMMA, 6(2), 101–112.
Dendang, B., & Handayani, W. (2015). Struktur dan komposisi tegakan hutan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. In Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1, 691-695. https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010401
Fachrul, M. F. (2008). Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: Bumi Aksara.
Kaiser, C. N., Hansen, D. M., & Müller,C. B. (2008). Habitat structure affects reproductive success of the rare endemic tree Syzygium mamillatum (Myrtaceae) in restored and unrestored sites in mauritius. Biotropica, 40(1), 86–94. https://doi.org/10.1111/j.1744-7429.2007.00345.x
Kusuma, Y. W. C. (2013). Conservation notes on Syzygium ampliflorum (Koord. & Valet.) Amshoff and several related species in Java. In 4th International Conference on Global Resource Conservation & 10th Indonesian Society for Plant Taxonomy Congress (pp. 49–52).
Mudiana, D. (2008). Potensi Syzygium pycnanthum Merr. & L.M. Perry sebagai tanaman hias: koleksi Kebun Raya Purwodadi. Warta Kebun Raya,8(1), 17–22.
Mudiana, D. (2009a). Syzygium (Myrtacea) di sepanjang Sungai Welang Taman Wisata Alam Gunung Baung Purwodadi. Biosfera, 26(1), 35–42.
Mudiana, D. (2009b). Syzygium pycnanthum Merr. & L.M. Perry koleksi Kebun Raya Purwodadi. In Prosiding Seminar Nasional Biologi (pp. 952–955). Purwokerto: Fakultas Biologi Universitas Jendral Soedirman.
Mudiana, D. (2011). Beberapa jenis Syzygium yang tumbuh di tepi sungai di wilayah Kabupaten Malang. In D. Widyatmoko, D. M. Puspitaningtyas, R. Hendrian, Irawati, I. A. Fijridiyanto, J. R. Witono, … T. N. Praptosuwiryo (Eds.), Prosiding Seminar Nasional “Konservasi Tumbuhan Tropika: Kondisi Terkini dan Tantangan ke Depan” (pp. 29–35). Cianjur: UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas – LIPI Sindanglaya, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat 43253.
Mudiana, D. (2012). Keanekaragaman, struktur populasi dan pola sebaran Syzygium di Gunung Baung, Jawa Timur. Institut Pertanian Bogor.
Mudiana, D. (2016). Syzygium diversityin Gunung Baung, East Java, Indonesia. Biodiversitas, 17(2), 733–740.https://doi.org/10.13057/biodiv/d170248
Mudiana, D., & Ariyanti, E. E. (2010). Flower and fruit development of Syzygium pycnanthum Merr. & L.M. Perry. Biodiversitas, 11(3), 124–128. https://doi.org/10.13057/biodiv/d110304
Mustian. (2009). Keanekaragaman jenis tumbuhan pada tanah ultrabasa di areal konsesi PT. INCO Tbk. sebelum penambangan Provinsi Sulawesi Selatan. Institut Pertnian Bogor.
Neo, L., Yee, A. T. K., Chong, K. Y., Kee, C. Y., Lim, R. C. J., Ng, W. Q., …Tan, H. T. W. (2013). The vascular plant flora of Bukit Batok, Singapore. Nature in Singapore, 6,265–287.
Polosokan, R., & Alhamd, L. (2012). Keanekaragaman dan komposisi jenis pohon di hutan Pameungpeuk - Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Jurnal Teknik Lingkungan, 53–59.
Pujiastuti, C. E., Prayitno, D., & Riyono, J. (2015). Model matematik: pengaruh suhu dan waktu tahan pada proses annealing terhadap kekerasan baja karbon. In Prosiding Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin XIV (SNTTM XIV) (pp. 7–8).
Putri, I. A. S. L. P. (2015). Pengaruh kekayaan jenis tumbuhan sumber pakan terhadap keanekaragaman burung herbivora di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. In Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia,1, 607-614. https://doi.org/10.13057/
psnmbi/m010338
Raju, A. J. S., Krisna, J. R., & Chandra, P.H. (2014). Reproductive ecology of Syzygium alternifolium (Myrtaceae), an endemic and endangered tropical tree species in the southern Eastern Ghats of India. Journal of Threatened Taxa, 6(9), 6153–6171. https://doi.org/10.11609/JoTT.26aug
14.6153-6292
Rugayah, S., Sunarti, S., & Djarwaningsih, T. (2009). Keanekaragaman tumbuhan dan potensinya di Cagar Alam Tangale, Gorontalo. Jurnal Teknik Lingkungan, 10(2), 173–181.
Saranya, J., Eganathan, P., Sujanapal, P.,& Parida, A. (2012). Chemical composition of leaf essential oil of Syzygium densiflorum wall. ex wt. & arn.- a vulnerable tree species. Journal of Essential Oil-Bearing Plants, 15(2), 283–287. https://doi.org/10.1080/0972060X.2012.10644048
Sinu, P. A., Shivanna, K. R., & Kuriakose, G. (2012). Frugivorous bird diversity and their post - feeding behaviour in fruiting Syzygium cumini (Myrtaceae) in fragmented forests of central Western Ghats, India. Current Science, 103(10), 1146–1148.
Soejono. (2012). Composition of trees grown surrounding water springs at two areas in Purwosari Pasuruan , East Java. The Journal of Tropical Life Science, 2(2), 110–118.
Subeki. (2008). Potency of the Indonesian medicinal plants as antimalarial drugs. Jurnal Teknologi Dan Industri Hasil Pertanian, 13(1), 25–30.
Sunarti, S., Hidayat, A., & Rugayah, S. (2008). Plants diversity at the mountain forest of Waworete, East Wawonii District, Wawonii Island, Southeast Sulawesi. Biodiversitas, Journal of Biological Diversity, 9(3), 194–198. https://doi.org/10.13057/biodiv/d090309
Widodo, P., Chikmawati, T., & Wibowo, D. N. (2011). Distribusi dan status konservasi Syzygium zollingerianum (Miq.) Amsh. (Myrtaceae). In D. Widyatmoko, D. M. Puspitaningtyas, R. Hendrian, Irawati, I. A. Fijridiyanto, J. R. Witono, … T. N. Praptosuwiryo (Eds.), Prosiding Seminar Nasional “Konservasi Tumbuhan Tropika: Kondisi Terkini dan Tantangan ke Depan” (pp. 284–287). Cianjur: UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas – LIPI.
Yuliantoro, B., Atmoko, B. D., & Siswo. (2016). Sahabat Air. Surakarta: Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2017 Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



