Perkembangan Bunga dan Buah Pirdot (Saurauia bracteosa DC.) di Arboretum Aek Nauli
DOI:
https://doi.org/10.59465/jpht.v14i2.845Kata Kunci:
Perkembangan bunga, perkembangan buah, Saurauia bracteosa DCAbstrak
Saurauia bracteosa DC. memiliki potensi sebagai obat kanker dan tumor, namun informasi mengenai sistem reproduksinya hingga saat ini belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap perkembangan bunga dan buah S. bracteosa. Penelitian dilakukan dengan metode observasi terhadap bunga dan buah S. bracteosa meliputi: karakteristik struktur bunga dan tahapan perkembangan bunga sampai buah masak. Perkembangan pembungaan dan pembuahan diklasifikasikan ke dalam lima fase yaitu fase inisiasi, fase kuncup kecil, fase kuncup besar, bunga mekar, dan fase perkembangan buah. Pengamatan dilakukan terhadap perubahan warna, bentuk, ukuran, dan periode waktu dari setiap tahap perkembangan bunga dan buah dari 20 pembungaan pada empat pohon sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama pembungaan dan pembuahan spesies S. bracteosa mulai awal inisiasi hingga buah masak adalah 145 hari. Durasi yang dibutuhkan untuk setiap fase adalah fase inisiasi 16 hari, fase kuncup kecil 38 hari, fase kuncup besar 16 hari, fase bunga mekar 5 hari, dan fase perkembangan buah dari bunga gugur hingga buah masak 74 hari.
Referensi
Ali, C. (2015). Sifat dasar benih pirdot (Saurauia bracteosa DC .) asal Aek Anuli, Sumatera Utara. Dalam Seminar Hasil-hasil Penelitian, 167–175.
Ali, C., Tobing, S.L., & Harahap, R.M.S. (2010). Pengaruh media dan konsentrasi hormon rootone-F terhadap pertumbuhan stek pucuk dan batang pirdot (Saurauia bracteosa DC.). Dalam Seminar Hasil Penelitian Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli, 218–224.
Baskorowati, I., Umiyati, R., Kartikawati, Rimbawanto, A., & Susanto, M. (2008). Pembungaan dan pembuahan Melaleuca cajuputi subsp.cajuputi Powell di Kebun Benih Semai Paliyan, Gunung Kidul, Yogyakarta. Pemuliaan Tanaman Hutan, 2(2), 189–202.
Camellia, N., Thohirah, L.A., & Abdullah, N. A. P. (2012). Floral biology, flowering behaviour and fruit set development of jatropha curcas l. in Malaysia. Pertanika Journal of Tropical Agricultural Science, 35(4), 737–748.
Damaiyani, J., & Metusala, D. (2011). Fenologi perkembangan bunga Centella asiatica dan studi waktu kematanagn pollen pada berbagai stadia. Berk. Penel. Hayati Edisi Khusus, 7A, 75–78.
Engin, H., & Unal, A. (2007).Examination of flower bud initiation and differentiation in `Redhaven` Peach by Using Scanning Electron Microscope. Pakistan Journal of Biological Sciences, 7(10), 1824–1826. https://doi.org/10.3923/pjbs.2004.1824.1826
Hidayat, Y. (2010). Perkembangan bunga dan buah pada tegakan benih surian (Toona Sinensis Roem). Perkembangan Bunga Dan Buah Pada Tegakan Benih Surian (Toona Sinensis Roem), Jurnal Agrikultura, 21(1), 13–20.
Imani, A., & Mehr-abadi, S.M. (2012). Floral differentiation and development in early, middle and late blooming almond cultivars. African Journal of Microb, 6(25), 5301–5305.
Jamsari, Yaswendri, & Kasim, M. (2007). Fenologi perkembangan bunga dan buah spesies Uncaria gambir. Biodiversitas, 8, 141–146.
Kadji, M.H., Runtuwene, M. R. J., & Citraningtyas, G. (2013). Uji fitokimia dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun soyogik (Saurauia bracteosa DC). Pharmacon, 5(1), 13–17.
Lizawati, Ichwan, B., Gusniwati, & Neliyati, Z.M. (2013). Fenologi pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman duku varietas kumpeh pada berbagai umur. Agroekoteknologi, 2(1), 16–26.
Maukar M. A, Runtuwene, M. R. J, & Pontoh, J. (2013). Analisis kandungan fitokimia dari uji toksisitas ekstrak metanol daun soyogik (Sauraula bracteosa DC ) dengan menggunakan metode maserasi, Ilmiah Sains, 13(2), 99101.
Muaja, A.D., Koleangan, H.S.J., & Runtuwene, M.R.J. (2013). Uji toksisitas dengan metode BSLT dan analisis kandungan fitokimia ekstrak daun soyogik (Saurauia bracteosa DC) dengan metode Soxhletasi. Journal of Natural Products, 2(2), 115–118.
Mudiana, D., & Ariyanti, E. (2010). Flower and fruit development of Syzygium pycnanthum Merr. & L. M. Perry. Biodiversitas, Journal of Biological Diversity, 11(3), 124–128. https://doi.org/10.13057/biodiv/d110304
Putri, K.P., & Pramono, A.A. (2013). Perkembangan bunga, buah dan keberhasilan reproduksi jenis saga. Penelitian Hutan Tanaman, 10(3),147–154.
Rai, I.N., Poerwanto, R., Darusman, L.K., & Purwoko, B.S. (2006). Perubahan kandungan giberelin dan gula total pada fase-fase perkembangan bunga manggis. Hayati, 13(3), 101–106. https://doi.org/10.4308/hjb.13.3.101
Syamsuwida, D., Aminah, A., Nurochman, Nurkim, & Sumarni E.B,G.J. (2014). Siklus perkembangan pembungaan dan pembuahan serta pembentukan buah kemenyan (Styrax benzoin) di Aek Nauli. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 11(2), 89–98.
Syamsuwida, D., Palupi, E.R., Siregar, I.Z., & Indrawan, A. (2012). Flower initiation, morphology, and developmental stages of flowering fruiting of mindi (Melia azedarach L). Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 18(1), 10–17. https://doi.org/10.7226/jtfm.18.1.10
Tjitrosoepomo, G. (2011). Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Tyas, P. S., Setyati, D., & Umiyah. (2013). Perkembangan pembungaan lengkeng (Dimocarpus longan Lour) “Diamond river.” Jurnal Ilmu Dasar, 14(2), 111–120.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2017 Jurnal Penelitian Hutan Tanaman

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












