Fenologi Pembungaan Rhizophora mucronata Lamk. di Hutan Mangrove Pasuruan, Jawa Timur
DOI:
https://doi.org/10.59465/jpht.v15i2.835Kata Kunci:
Mangrove, Rhizophora mucronata, pembungaan, propagulaAbstrak
Rhizophora mucronata Lamk. merupakan jenis tanaman mangrove yang dikembangkan untuk program rehabilitasi areal pantai utara Pulau Jawa. Informasi mengenai produksi propagula R. mucronata menjadi penting agar kebutuhan buah tercukupi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui fenologi pembungaan dan pembuahan R. mucronata di areal sumber benih teridentifikasi Dusun Pesisir, Pasuruan, Jawa Timur. Fenologi pembungaan, pembuahan, dan produksi propagula diamati pada tiga sampel pohon per petak ukur. Produksi propagula diamati dengan membuat petak ukur 5 x 5 m, dengan jarak antar petak ukur 100 m; yang dibedakan antara petak ukur di tepi pantai dan di tepi daratan. Total petak ukur yang diamati ada sebanyak sepuluh petak ukur. Pengambilan data diameter, tinggi total dan produksi propagula dilakukan untuk semua pohon dalam petak ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa R. mucronata berbunga selama pengamatan (Januari-April), dengan pembungaan yang tidak serempak dalam satu pohon. Siklus reproduksi memerlukan waktu 15-16 bulan mulai dari terbentuknya tunas sampai masaknya propagula; dengan puncak pembungaan terjadi pada bulan Maret-April dan musim berbuah pada bulan Agustus. Propagula mencapai tingkat masak siap dipanen pada bulan Desember-Januari.
Referensi
Baskorowati, L. (2013). Pengaruh faktor lingkungan terhadap intensitas pembungaan Melaleuca alternifolia. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan, 7(1), 15-28.
Baskorowati, L., Moncur, M.W., Doran, J.C., & Kanowski, P.J. (2010). Reproductive biology of Melaleuca alternifolia (Myrtaceae) 1. Floral biology. Australian Journal of Botany, 58(5), 373-383. https://doi.org/10.1071/BT10035.
Berita Trans. (2017). Rehabilitasi hutan mangrove tak bisa lagi andalkan KKP dan KLHK. Berita Trans.Com. Retrieved from https://aksi.id/artikel/18541/ Rehabilitasi-Hutan-Mangrove-Tak-Bisa-Lagi-Andalkan-KKP-dan-KLHK/
Cortés-Flores, J., Hernández-Esquivel, K., González-Rodríguez, A., & Ibarra-Manríquez, G. (2017). Flowering phenology, growth forms, and pollination syndromes in tropical dry forest species: Influence of phylogeny and abiotic factors. American Journal of Botany. https://doi.org/10.3732/ajb.1600305.
Dale, P.E.R., Knight, J.M., & Dwyer, P.G. (2014). Mangrove rehabilitation: a review focusing on ecological and institutional issues. Wetlands Ecology and Management. https://doi.org/10.1007/s11273-014-9383-1.
Hartmann, H., Kester, D., Davies, F., & Geneve, R. (2010). Plant propagation: principles and practices. Biochemical Systematics and Ecology. https://doi.org/10.1016/0305-1978(90)90018-B.
Kamal, E. (2011). Fenologi mangrove ( Rhizophora apiculata, R. mucronata dan R . stylosa) di Pulau Unggas, Air Bangis Pasaman Barat, Sumatera Barat. Jurnal Natur Indonesia, 14(1), 90-94.
Nadia, T. de L., Morellato, L.P.C., & Machado, I.C. (2012). Reproductive phenology of a northeast Brazilian mangrove community: environmental and biotic constraints. Flora: morphology, distribution, functional ecology of plants. https://doi.org/10.1016/j.flora.2012.06.020.
Nordatul Akmar, Z., & Wan Juliana, W.A. (2012). Reproductive phenology of two rhizophora species in Sungai Pulai Forest Reserve, Johor, Malaysia. Malaysian Applied Biology, 41(1), 11-21.
Onrizal. (2010). Perubahan tutupan hutan mangrove di Pantai Timur Sumatera Utara periode 1977-2006. Jurnal Biologi Indonesia, 6(2), 163-172.
Pandey, C.N., Pandey, R., & Jain, B.K. (2010). Reproductive phenology of Rhizophora mucronata Lamk. (rhizophoraceae) in the gulf of Kachchh, Gujarat, India. Phytomorphology: An International Journal of Plant Morphology, 60(3-4), 91-100.
Salina, K. (2009). Saving the mangroves: nursery created to keep costs down. Starmetro.
Sharma, S., Analuddin, K., & Hagihara, A. (2010). Phenology and litterfall production of mangrove Rhizophora stylosa Griff . in the subtropical region , Okinawa Island , Japan. Proc. of International Conference on Environmental Aspects of Bangladesh (ICEAB10), Japan, Sept. 2010.
Times-Indonesia. (2017). Luas lahan mangrove di Indonesia semakin me-rosot. Times Indonesia. Retrieved from https://www.timesindonesia.co. id/read/146434/20170418/180940/ luas-lahan-mangrove-di-indonesia-semakin-merosot/
Wan Juliana, W., Farihah, A., Nordatul Akmar, Z., Muhamad Rizali, S., & Nurhanim, M. (2011). Phenology of rhizophora species at three peninsular Malaysia mangrove forests. In Proceeding of Universiti Malaysia Terengganu 10th Annual Symposium (UMTAS 2011). Kuala Terengganu, 11-13 Juli (pp. 12-17).
Wang’ondu, V.W., Bosire, J.O., Kairo, J.G., Kinyamario, J.I., Mwaura, F. B., Dahdouh-Guebas, F., & Koedam, N. (2014). Litter fall dynamics of restored mangroves (Rhizophora mucronata Lamk. and Sonneratia alba Sm.) in Kenya. Restoration Ecology. https://doi.org/10.1111/rec.12149.
Wang’ondu, V.W., Kairo, J.G., Kinyamario, J.I., Mwaura, F.B., Bosire, J.O., Dahdouh-Guebas, F., & Koedam, N. (2013). Vegetative and reproductive phenological traits of Rhizophora mucronata Lamk. and Sonneratia alba Sm. Flora - Morphology, Distribution, Functional Ecology of Plants, 208(8), 522-531. https://doi.org/ 10.1016/j.flora.2013.08.004.
Willmer, P.G. (2012). Ecology. Pollinator-plant syncrony tested by climate change. Current Biology, 22, 131-132.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2018 Jurnal Penelitian Hutan Tanaman

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












