Penerapan Teknik Mulsa Vertikal Pada Lahan Terdegradasi di Carita, Provinsi Jawa Barat

Penulis

  • Pratiwi Pratiwi Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan
  • Nina Mindawati Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan
  • Darwo Darwo Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

DOI:

https://doi.org/10.59465/jpht.v16i1.828

Kata Kunci:

Teknik mulsa vertikal, lahan terdegradasi, Hutan Penelitian Carita

Abstrak

Lahan terdegradasi banyak dijumpai di Hutan Penelit ian Carita, Jawa Barat, khususnya di lahan-lahan berlereng. Akibatnya seringkali terjadi erosi, aliran permukaan dan hilangnya unsur hara. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan penerapan teknik konservasi tanah dan air dengan teknik mulsa vert ikal. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh perlakuan mulsa vert ikal terhadap besarnya aliran permukaan, erosi dan kehilangan unsur hara serta dampaknya terhadap pertumbuhan tanaman S. johorensis, G. gnemon, dan P. speciosa. Hasil penelit ian menunjukkan bahwa teknik konservasi tanah dan air dengan mulsa vertikal sangat efektif dalam mengurangi laju aliran permukaan, erosi dan kehilangan unsur hara (N, P, K, Ca dan Mg). Mulsa vertikal pada pola tanam campuran jenis S. johorensis dan G. gnemon, dapat menurunkan aliran permukaan dan erosi masing-masing 61,74% dan 57,14%; sedangkan campuran S. johorensis dan P. speciosa, menurunkan laju aliran permukaan dan erosi sebesar masing-masing 81,39% dan 17,64%. Selain itu, penggunaan mulsa vertikal juga dapat meningkatkan pertumbuhan ketiga jenis tanaman yang diusahakan sampai umur 3 tahun di lapangan dibanding tanpa penggunaan mulsa vertikal.

Referensi

Akbar, A. (2016). Pengaruh penutupan mulsa organik terhadap perkenbangan gulma hutan tanaman nyawai. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 13(2), 95-103.

Angulo-Martinez, M., Begueria, S., & Kysely, J. (2016). Use of disdrometer data to evaluate the relationship of rainfall kinetic energy and intensity (KE-I). Science of The Total Environment, 568, 83-94.

Aziz, A., Hazra, M. F., Salma, S., & Nursyamsi, D. (2016). Soil chemical charakteristics of organic and conventional agricultur. Jurnal of Tropical Soil, 21(1), 19–25.

Begueria, S., Angulo-Martinez, M., & Navas, A. (2015). Detachment of Soil Organic Carbon by rainfall spalsh: Experimental assessment on three agricultural soil of Spain. Geoderma, 245-246, 21-30.

Ghahramani, A., Ishikawa,Y., Gomi, T., Shiraki, K., & Miyata, S. (2011). Effect of ground cover on splash and sheetwash erosion over a step forested hillslope: A plot scale study. Catena, 85, 34-47.

Harijanto, M., Sinukaban, N., Tarigan, S.D., & Haridjaja, O. (2016). Evaluasi kemampuan lahan untuk arahan penggunaan lahan di DAS Lawo, Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 5(11), 1-11.

Husnain, Nursyamsi, D., & Syakir, M. (2016). Teknologi pemupukan mendukung jarwo super. Jurnal Sumber Daya Lahan, 10(1), 1-10.

Mahendra, F. (2009). Agrofestri: Sistem Agroforestri dan Aplikasinya. Graha Ilmu. Yogyakarta.

McNear Jr, D.H. (2013). The rhizosphereroot,soil and everything in between. Natural Education Knowledge, 4(3),1.

Marbun, A., Rauf, A., & Hanum, C. (2016). Teknik mulsa vertikal pada budidaya tebu (Saccharumofficinarum L.) ratoon satu. Jurnal Pertanian Tropik, 3(1), 82–91.

Mindawati, N. (2011). Kajian kualitas tapak hutan tanaman industri hibrid Eucalytus urograndis sebagai bahan baku industri pulp dalam pengelolaan hutan lestari. [Disertasi] Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.

Mindawati, N. (2012). Penerapan Silvikultur Intensif Ramah Lingkungan dalam Pengelolaan Hutan Tanaman Industri. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Kementerian Kehutanan.

Mindawati, N. (2016). Pentingnya penerapan teknik silvikultur dan bioteknologi untuk meningkatkan produktivitas hutan. Mitra Hutan Tanaman 11(2), 19-22.

Mindawati, N. (2016). Pengembangan inovasi bidang silvikultur dalam pengelolan hutan : Peluang dan tantangan. Mittra Hutan Tanaman, 11 (1), 23-29.

Murniati. (2012). Teknik pengayaan pada lahan garapan masyarakat di hutan penelitian Carita. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 9(1), 69-83.

Murtilaksono, K., Sutarta, E.S., Siregar, H.H., Darmosarkoro, W., & Hidayat, Y. (2008). Penerapan teknik konservasi tanah dan air dalam upaya penekanan aliran permukaan dan erosi di kebun kelapa sawit. Dalam: Prosiding Seminar dan Kongres Nasional MKTI VI, 17-18 Desember 2007, 165-171.

Pratiwi. (2007). Laju aliran permukaan dan erosi di berbagai hutan tanaman dan beberapa alternatif upaya perbaikannya. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 4(3), 267-276.

Pratiwi, & Narendra, B.H. (2012). Pengaruh penerapan teknik konservasi tanah terhadap pertumbuhan pertanaman mahoni (Swietenia macrophylla King.) di hutan penelitian Carita, Jawa Barat. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 9(2), 39–150.

Pratiwi, & Salim, A.G. (2013). Aplikasi konservasi tanah dengan sistem rorak. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 10(3), 273-282.

Pusat Penelitian dan PengembanganHutan. (2015). Profil KHDTK Carita. Pusat Penelitian danPengembangan Hutan.

Rauf, A. (2008). Pengendalian erosi danlimpasan permukaan menggunakan teknik mulsa vertikal pada budidaya jeruk manis di lahan miring. Jurnal Agrista, 12(1), 1-9.

Soekotjo. (2009). Teknik SilvikulturIntensif. Gadjah Mada Univercity Press.

Wahyudi, A. (2011). Pertumbuhan tanaman dan tegakan tinggal pada tebang pilih tanam indonesia intensif: studi kasus di Areal Kerja IUPHHK-HA PT Gunung Meranti, Provinsi Kalimantan Tengah. [Disertasi]. Sekolah Pasca sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Unduhan

Diterbitkan

2019-06-28

Cara Mengutip

Pratiwi, P., Mindawati, N., & Darwo, D. (2019). Penerapan Teknik Mulsa Vertikal Pada Lahan Terdegradasi di Carita, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 16(1), 9–20. https://doi.org/10.59465/jpht.v16i1.828

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 > >> 

Artikel Serupa

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.