KEANEKARAGAMAN JENIS FELIDAE MENGGUNAKAN CAMERA TRAP DI TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN

Penulis

  • Rizki Amalia Adinda Putri 1Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Kampus Fahutan IPB Dramaga, Kotak Pos 168, Bogor 16001 Tlp/Fax : 0251-8621947
  • Abdul Haris Mustari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Kampus Fahutan IPB Dramaga, Kotak Pos 168, Bogor 16001 Tlp/Fax : 0251-8621947
  • Ardiantiono Wildlife Conservation Society Indonesia Program Jalan Tampomas No.35, Babakan, Bogor Tengah, Jawa Barat

Kata Kunci:

Felidae, kamera jebak, karakteristik, habitat, keanekaragaman jenis

Abstrak

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Lampung bekerjasama dengan Wildlife Conservation Society Indonesia Program  (WCS-IP)  melakukan  pengamatan  tahunan  secara  rutin  mamalia  terestrial  seperti  jenis  Felidae menggunakan camera trap, yang berlokasi di Resort Pemerihan-Way Haru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik habitat, menganalisis keanekaragaman jenis dan kelimpahan relatif jenis Felidae di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Teknik pengambilan data dilakukan melalui analisis vegetasi dan metode tangkap – tangkap kembali menggunakan kamera jebak dengan jumlah hari aktif 1.411 hari dengan jumlah foto 42.334. Indeks nilai penting yang mendominasi habitat Felidae vegetasi pada tingkat tumbuhan bawah adalah Etlingera sp. (INP=11.23), tingkat semai dan pancang adalah Mallotus miquelianus (INP=15.03 dan  INP=17.51),   tingkat  tiang  Dillenia  excelsa   (INP=37.53)   dan  tingkat  pohon  Dracontomelon   dao (INP=14.89).  Jenis  satwa  Felidae  yang  berhasil  terekam  melalui  camera  trap  adalah  jenis Kucing  Batu (Pardofelis marmorata) (IKR=0.14; n=2) dan Kucing Hutan (Prionailurus bengalensis) (IKR=0.14; n=2).

Referensi

Alikodra, H. S. (2002). Pengelolaan Satwa Liar. Bogor: Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Ario, A. (2010). Panduan Lapangan Kucing – Kucing Liar Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Azlan, J. M., & Sharma, D. S. K. (2006). The diversity and activity patterns of wild felids in a secondary forest in Peninsular Malaysia. Oryx, 40(1),36–41. https://doi.org/https://doi.org/10.1017/S0030605306000147

Brodie, J., & Giordano, A. J. (2012). Density of the Vulnerable Sunda clouded leopard Neofelis diardi in a protected area in Sabah, Malaysian Borneo. Oryx, 46(3), 427–430. https://doi.org/https://doi.org/10.10 7/S0030605312000087

Budhiana, R. (2009). Karakteristik habitat dan populasi harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae Pocock,1929) di kawasan hutan Batang Hari, Solok Selatan, Sumatera Barat. Bogor : Institut Pertanian Bogor.

Carbone, C., Coulson, T., Christie, S., Conforti, K., Seidensticker, J., Franklin, N., … Wan Shahruddin, W. N. (2001). The use of photographic rates to estimate densities of tigers and other cryptic mammals. Animal Conservation, 4(1),75–79. https://doi.org/10.1017/S1367943002002172

Christyanti, M. (2014). Kompetisi dan tumpang tindih relung antara siamang (Symphalangus syndactylus) dan mamalia arboreal lainnya di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Universitas Indonesia.

Hutajulu, M. B. (2007). Studi karakteristik ekologi harimau sumatera [Panthera tigris sumatrae (Pocock 1929)] berdasarkan camera trap di lansekap Tesso Nilo-Bukit Tigapuluh, Riau. Universitas Indonesia.

Ismaini, L., Masfiro, L., Rustandi, & Dadang, S. (2015). Analisis komposisi dan keanekaragaman tumbuhan di Gunung Dempo, Sumatera Selatan. In Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia 1(6) (pp.1397–1402).

Lianah, Anggoro, S., Rya, H., & Izzati, M. (2013). Perbandingan analisis vegetasi lingkungan alami (Tetrastigma glabratum) di hutan lindung Gunung Prau sebelum dan sesudah eksploitasi. In Optimasi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan (p.202). Semarang: Program Studi Ilmu

Lingkungan.

Lynam, A. J., Jenks, K. E., Tantipisanuh, N., Chutipong, W., Ngoprasert, D., Gale, G. A., … Leimgruber, P. (2013). Terrestrial activity patterns of wild cats from camera-trapping. Raffles Bulletin of Zoology, 61(1),

407–415.

Mangas, J. G., Lozano, J., Cabezas-Díaz, S., & Virgós, E. (2008). The priority value of scrubland habitats for carnivore conservation in Mediterranean ecosystems. Biodiversity and Conservation,17(1), 43–51. https://doi.org/10.1007/s10531-007-9229-8

McCarthy, J. L., Wibisono, H. T., McCarthy, K. P., Fuller, T. K., & Andayani, N. (2015). Assessing the distribution and habitat use of four felid species in Bukit Barisan Selatan National Park, Sumatra, Indonesia. Global Ecology and Conservation,3(210–221). https://doi.org/10.1016/

j.gecco.2014.11.009

Mohd-Azlan, J. (2009). The use of camera traps in Malaysian rainforests. Journal of Tropical Biology and Conservation, 5, 81–86. http://jurcon.ums.edu.my/ojums/inde x.php/jtbc/article/view/195/136

O’Brien, T. G., Kinnaird, M. F., & Wibisono, H. T. (2003). Crouching tigers, hidden prey: Sumatran tiger and prey populations in a tropical forest landscape. Animal Conservation, 6(2), 131–139. https://doi.org/10.1017/S1367943003003172

Olviana, E. (2011). Pendugaan populasi harimau sumatera Panthera tigris sumatrae,Pocock 1929) menggunakan metode kamera jebakan di Taman Nasional Berbak. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Pusparini, W., Wibisono, H. T., Reddy, G.V., Tarmizi, T., & Bharata, P. (2014). Small and Medium Sized Cats in Gunung Leuser National Park, Sumatra, Indonesia. CATnews.

Rajaratnam, R., Sunquist, M., Rajaratna3m3, L., & Ambu, L. (2007). Diet and habitat selection of the leopard cat (Prionailurus bengalensis borneoensis) in an agricultural landscape in Sabah, Malaysian Borneo. Journal of Tropical Ecology,23(2), 209–217. https://doi.org/10.1017/S0266467406003841

Setiawan, A. (2013). Kelimpahan jenis mamalia menggunakan camera trap di Resort Gunung Botol Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Silveira, L., Jácomo, A. T. A., & Diniz- Filho, J. A. F. (2003). Camera trap, line transect census and track surveys: A comparative evaluation. Biological Conservation, 114(3),351–355. https://doi.org/10.1016/S0006-3207(03)00063-6

Soerianegara, I., & Indrawan, A. (1998). Ekologi Hutan Indonesia. Bogor: Fakultas Kehutanan IPB.

Subagyo, A., Yunus, M., Sumianto, Supriatna, J., Andayani, N., Mardiastuti, A., … Sunarto. (2013). Survei dan Monitoring Kucing Liar (Carnivora: Felidae) Di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, Indonesia. In Seminar Nasional Sains & Teknologi V, 2, 84-95. Lampung: Lembaga Penelitian Universitas Lampung.

Sunarto. (2011). Ecology and Restoration of Sumatran Tigers in Forest and Plantation Landscapes. The Faculty of the Virginia Polytechnic Institute and State University. TEAM Network, Ahumada, J. A., Silva,

C. E. F., Gajapersad, K., Hallam, C., Hurtado, J., … Hambuckers, A. (2014). Terrestrial vertebrate (camera trap) monitoring protocol implementation manual. PloS One. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0103300

[WCS-IP]. (2015). Laporan Tahunan Sumatera Program Wildlife Conservation Society Indonesia Program.

Winarno. (2015). Pengembangan Ekowisata Gajah di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Provinsi Lampung. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Unduhan

Diterbitkan

2017-06-30

Cara Mengutip

Amalia Adinda Putri, R., Haris Mustari, A., & Ardiantiono. (2017). KEANEKARAGAMAN JENIS FELIDAE MENGGUNAKAN CAMERA TRAP DI TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 14(1), 21–34. Diambil dari https://ejournal.aptklhi.org/index.php/JPHKA/article/view/693

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.