KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN PADA HUTAN KAYU PUTIH DAN PEMANFAATANNYA OLEH MASYARAKAT SETEMPAT DI TAMAN NASIONAL WASUR, PAPUA

Penulis

  • Aji Winara 1Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestry Jl. Raya Ciamis – Banjar Km. 4, Ds. Pamalayan, Ciamis, Jawa Barat 46201 Telp. (0265) 771352, Fax. (0265) 775866
  • Mohamad Siarudin 1Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestry Jl. Raya Ciamis – Banjar Km. 4, Ds. Pamalayan, Ciamis, Jawa Barat 46201 Telp. (0265) 771352, Fax. (0265) 775866
  • Edy Junaidi 1Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestry Jl. Raya Ciamis – Banjar Km. 4, Ds. Pamalayan, Ciamis, Jawa Barat 46201 Telp. (0265) 771352, Fax. (0265) 775866
  • Yonky Indrajaya 1Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestry Jl. Raya Ciamis – Banjar Km. 4, Ds. Pamalayan, Ciamis, Jawa Barat 46201 Telp. (0265) 771352, Fax. (0265) 775866
  • Ary Widiyanto Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestry Jl. Raya Ciamis – Banjar Km. 4, Ds. Pamalayan, Ciamis, Jawa Barat 46201 Telp. (0265) 771352, Fax. (0265) 775866

Kata Kunci:

Kayu putih, keanekaragaman jenis, pemanfaatan, Taman Nasional Wasur

Abstrak

Kayu  putih  (Melaleuca  spp.  dan  Asteromyrtus  spp.)  tersebar  luas  di  kawasan  Taman  Nasional  Wasur membentuk  hutan kayu putih. Tingkat  keanekaragaman  jenis dan kondisi ekologi  hutan kayu  putih sejak sepuluh  tahun  terakhir  belum  diketahui,  khususnya  pasca  pemanfaatan  jenis  Asteromrtus  symphyocarpa sebagai bahan baku minyak kayu putih oleh masyarakat  di dalam kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi vegetasi dan keanekaragaman jenis tumbuhan pada hutan kayu putih serta pemanfaatannya oleh masyarakat lokal di Taman Nasional Wasur. Metode yang digunakan adalah analisis vegetasi dengan teknik  jalur  garis  berpetak  dan  wawancara.  Penelitian  dilakukan  pada  bulan  April  dan Mei  2012.  Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 23 jenis tumbuhan dari 10 famili ditemukan pada hutan kayu putih dengan tingkat keanekaragaman hayati tergolong rendah hingga sedang. Terdapat enam jenis tumbuhan yang diketahui sebagai penghasil minyak kayu putih antara lain A. symphyocarpa, Asteromyrtus brasii, Melaleuca cajuputi, Melaleuca  leucadendra, Melaleuca  viridiflora  dan Melaleuca  sp.”sunggi”  yang tersebar  pada tiga formasi hutan  yaitu  hutan  Asteromyrtus  symphyocarpa,   hutan  Melaleuca   sp.”sunggi”   dan  savana  campuran. Pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat lokal sebagian besar untuk kepentingan perlengkapan rumah, kayu bakar, obat, dan perlengkapan adat. Pemanfaatan ekonomi hanya jenis A. symphyocarpa sebagai bahan baku minyak kayu putih dengan pemanfaatan yang tidak menganggu kelestarian jenis.

 

Referensi

Bakar, A., Sulaiman, S., Omar, B., & Ali, M. R. (2012). Evaluation of Melaleuca cajuputi (Family: Myrtaceae) essential oil in aerosol spray cans against dengue vectors in low cost housing flats. Journal of Arthropod-Borne Diseases, 6 (1), 28-35.

Brophy, J. J., Craven, L. A., & Doran, J. C. (2013). Melaleucas: Their botany, essential oils and uses (ACIAR Mono). Canberra: Australian Centre for International Agricultural Research.

Brophy, J. J., & Doran, J. C. (1996). Essential oils of tropical asteromyrtus, callistemon and melaleuca species : in search of interesting oils with commercial potential. (D. G. Masters, Ed.). Canbera: Australian Centre for International Agricultural Research.

Indrajaya, Y., Winara, A., Siarudin, M., Junaidi, E., & Widiyanto, A. (2013). Analisis kelayakan finansial pengusahaan minyak kayu putih tradisional di Taman Nasional Wasur, Papua. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan,10(1), 21–32.

Jacobs, L. E. O., Richardson, D. M., & Wilson, J. R. U. (2014). Melaleuca parvistaminea Byrnes (Myrtaceae) in South Africa: Invasion risk and feasibility of eradication. South African Journal of Botany, 94, 24–32. https://doi.org/10.1016/j.sajb.2014.05.002

Magurran, A. E. (2004). Measuring Biological Diversity. USA: Blackwell Publishing.

Martin, M. R., Tipping, P. W., Reddy, K.R., Madeira, P. T., & Fitzgerald, D. (2011). An evaluation of the impact of Melaleuca quinquenervia invasion and management on plant community structure after fire. Aquatic Botany, 95(4), 287–291. https://doi.org/10.1016/j.aquabot.2011.08.004

Mata, D. I., Moreno-Casasola, P., Madero-Vega, C., Castillo-Campos, G., & Warner, B. G. (2011). Floristic composition and soil characteristics of tropical freshwater forested wetlands of Veracruz on the coastal plain of the Gulf of Mexico. Forest Ecology and Management, 262(8),1514–1531. https://doi.org/10.1016/j.foreco.2011.06.053

Muliyawan, M. B.(2013). Kearifan tradisional perlindungan dan pemanfaatan sumberdaya hutan oleh Suku Kanum di Taman Nasional Wasur. Institut Pertanian Bogor [Skripsi].

Nurramdhan, I. F. (2010). Daya hambat minyak kayu putih dan komponen flavor penyusun cajuput candy terhadap akumulasi Streptococcus mutans dan Streptococcus sobrinus secara in vitro. Institut Pertanian Bogor [Skripsi].

Padalia, R. C., Verma, R. S., Chauhan, A.,& Chanotiya, C. S. (2015). The essential oil composition of Melaleuca leucadendra L. grown in India: A novel source of (E)- nerolidol. Industrial Crops and Products, 69, 224–227. https://doi.org/10.1016/j.indcrop.2015.02.019

Raharyo, G. T. (1996). Studi penyebaran jenis Melaleuca spp. dan identifikasinya pada kawasan Taman Nasional Wasur Merauke. Universitas Cenderawasih, Manokwari.

Rundel, P. W., Dickie, I. A., & Richardson, D. M. (2014). Tree invasions into treeless areas: Mechanisms and ecosystem processes. Biological Invasions,16(3),663–675.https://doi.org/10.1007/s10530-013-0614-9

Siarudin, M., & Widiyanto, A. (2014). Kadar penguapan dan kualitas minyak kayu putih jenis Asteromyrtus symphyocarpa. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 32(2), 139–150.

Siarudin, M., Winara, A., Indrajaya, Y., Junaidi, E., & Widiyanto, A. (2013). Potensi produksi daun dan minyak kayu putih jenis Asteromyrtus symphyocarpadi Taman Nasional Wasur. Jurnal Hutan Tropis, 1, 236–241.

Skull, S. D., & Congdon, R. A. (2008). Floristics, structure and site characteristics of Melaleuca viridiflora (Myrtaceae) dominated open woodlands of the wet tropics lowlands. Cunninghamia, 10(3),423-348.

Soerianegara, I., & Indrawan, I. (2005). Ekologi Hutan Indonesia. Bogor: Fakultas Kehutanan IPB.

Stronach, N. (2000). Fire in the Trans-Fly Savanna, Irian Jaya/PNG. Fire and Sustainable Agricultural and Forestry Development in Eastern Indonesia and Northern Australia, Proceedings.

Thomas, G. (1988). Bio-dap, ecological diversity and its measurement. Resource Conservation, Fundy National Park, Alma, New Brunswick.

Tran, D. B., Dargusch, P., Moss, P., & Hoang, T. V. (2013). An assessment of potential responses of Melaleuca genus to global climate change. Mitigation and Adaptation Strategies for Global Change, 18(6), 851–867. https://doi.org/10.1007/s11027-012-9394-2

Utomo, P. M., Suhendang, E., Syafii, W.,& Simangunsong, B. C. (2012). Model produksi daun pada hutan tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi Subsp cajuputi. Powell) sistem pemanenan pangkas tunas. Jurnal Hutan Tanaman, 9(4), 195–208.

Wasur, B. (n.d.). Rencana pengelolaan Taman Nasional Wasur. In Buku II (p. 1999). BTN Wasur - WWF Merauke, Merauke.

Widiyanto, A., & Siarudin, M. (2014).Sifat fisikokimia minyak kayu putih jenis Asteromyrtus brasii. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 32(4), 243–252.

Widiyanto, A., Siarudin, M., & Winara, A. (2012). Kualitas minyak kayu putih dari Wasur Papua. Forpro, 1(2), 10–13.

Wijaya, C. H., Rachmatillah, A. F., & Bachtiar, B. M. (2014). Penghambatan cajuputs candy terhadap viabilitas khamir Candida albicans secara in vitro. Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, 25(2), 158–167. https://doi.org/DOI: http://dx.doi.org/10.6066/jtip.2014.25.2.158

Winara, A., Lekitoo, K., & Warsito, H. (2009). Ekspose Sintesa Hasil Penelitian BPK Manokwari. In S. A. Siran, M. Bismark, T. Nifinluri, T. Setyawati, T. Sukardi, & Kuntadi (Eds.), Kajian potensi biofisik Taman Nasional Wasur di Papua (pp. 89– 102). Bogor: Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi.

Yarman, & Damayanti, E. K. (2012). Pemanfaatan dan upaya konservasi kayu putih (Asteromyrtus symphyocarpa) di Taman Nasional Wasur. Media Konservasi 17, 85–93.

Yuliana, S., & Winara, A. (2011). Ekspose Hasil Penelitian Balai Penelitian Kehutanan Manokwari. In Kerentanan lahan basah terhadap invasi tumbuhan: Tinjauan di wilayah Taman Nasional Wasur, Merauke (pp. 109–122). Manokwari: Balai Penelitian Kehutanan Manokwari

Unduhan

Diterbitkan

2017-06-30

Cara Mengutip

Winara, A., Siarudin, M., Junaidi, E., Indrajaya, Y., & Widiyanto, A. (2017). KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN PADA HUTAN KAYU PUTIH DAN PEMANFAATANNYA OLEH MASYARAKAT SETEMPAT DI TAMAN NASIONAL WASUR, PAPUA. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 14(1), 1–19. Diambil dari https://ejournal.aptklhi.org/index.php/JPHKA/article/view/692

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.