Organisasi dan Keragaan Pasar Durian: Studi Kasus di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Provinsi Lampung

Penulis

  • Rommy Qurniati Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Arif Yudha Prasetya Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Susni Herwanti Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
  • Machya Kartika Tsani Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.59465/jpht.v18i2.795

Kata Kunci:

Efisiensi pemasaran, margin keuntungan, perilaku pasar, saluran pemasaran, struktur pasar

Abstrak

Hasil tanaman durian menjadi sumber penghasilan tahunan bagi masyarakat yang tinggal berbatasan dengan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rahman (Tahura WAR), agar durian dapat memberikan nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat, maka dibutuhkan sistem pemasaran yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis organisasi dan keragaan pasar pada sistem pemasaran durian. Penelitian dilakukan pada Januari sampai Juni 2019 pada petani dan lembaga pemasaran durian di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran yang berbatasan dengan Tahura WAR. Analisis kualitatif dilakukan untuk mengkaji organisasi pasar dan analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisa keragaan pasar. Pemasaran durian terdiri dari empat saluran dengan struktur pasar oligopsoni di tingkat petani dan oligopoli di lembaga pemasaran (tengkulak dan pengecer). Nilai margin pemasaran, margin keuntungan, rasio profit margin, dan pangsa pasar belum merata diantara semua lembaga pemasaran yang terlibat, sehingga sistem pemasaran durian belum efisien. Petani perlu melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitasnya dalam memproduksi durian yang berkuliatas dan memasarkannya secara lebih efisien.

Referensi

Annisa, I., Asmarantaka, R., & Nurmalina, R. (2018). Efisiensi pemasaran bawang merah (kasus: Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah). Jurnal Ilmiah Manajemen, 8(2), 254–271.

Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. (2020). Provinsi Lampung Dalam

Angka 2020. Bandar Lampung: Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung.

Baladina, N., Anindita, R., & Ariani, R. (2011). Analisis efisiensi pemasaran durian di Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Jurnal Habitat, 22(1), 1–11.

Chaerani, D. S. (2016). Margin dan efisiensi pemasaran kopra Di Desa Simalegi Kecamatan Siberut Barat Kabupaten Kepulauan Mentawai. Jurnal BibieT, 1(2), 81–94.

Dang, T. N., & Nguyen, B. H. (2015). Study on durian processing technology and defleshing machine. Asia Pacific Journal of Sustainable Agriculture, Food and Energy, 3(1), 12–16.

Harmiatun, Y., Sunarto, & Gultom, M. (2018). Pemanfaatan limbah biji durian (Durio zibethinus Murr) sebagai bahan baku pembuatan tempe alternatif melalui proses fermentasi oleh jamur Rhizopus oligosporus. Jurnal Pro-Life, 5(1), 526–533.

Hartoyo, D., Purtri, E. F., & Pambudi, K. S. (2020). Kemitraan konversi dan masa depan hutan Papua. Dinamika Sosial Budaya, 22(2), 148–157.

Hikmah, R., Retnoningsih, A., & Habibah, N. (2016). Keragaman durian berdasarkan fragmen Internal Transcribed Spacers (ITS) DNA ribosomal melalui analisis PCR-RFLP. Jurnal MIPA Unnes, 39(1), 11–18.

Indriyanto, Asmarahman, C., & Tsani, M. K. (2020). Identifikasi kerusakan tegakan hutan di areal garapan petani KPPH Kuyung Bawah dalam Kawasan Tahura Wan Abdul Rachman. Journal of Tropical Upland Resources, 02(02), 150–161.

Krismawati, A. (2012). Keunggulan dan potensi pengembangan sumber daya genetik durian Kalimantan Tengah. Buletin Plasma Nutfah, 18(2), 70–76.

Kurnia, D., Herdiansah, D., & Hardiyanto, T. (2016). Analisis saluran pemasaran gabah (Oriza sativa) di Gapoktan Sauyunan. Jurnal Agroinfo Galuh, 2(3), 167–172.

Kusuma, R. B., Kaskoyo, H., & Qurniati, R. (2020). Efisiensi pemasaran kayu sengon (Falcataria moluccana) di areal Hutan Rakyat Pekon Lengkukai, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 17(2), 101–116.

Nahraeni, W., Rahayu, A., Yoesdiarti, A., & Kulsum, I. (2018). Struktur pasar sayuran kemangi di Pasar Tradisional. Jurnal Agribisnis, 40(2), 21–29.

Nurlia, A., Siahaan, H., & Lukman, A. H. (2013). Pola pemanfaatan dan pemasaran nibung di sekitar kawasan Taman Nasional Sembilang Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 10(4), 241–251.

Permadi, R. (2017). Analisis efisiensi pemasaran pisang kepok di Kabupaten Seruyan. Jurnal Agricultural Scienties, 1(1), 120–128.

Prasetya, A.Y. (2019). Peran modal sosial dalam mendukung kegiatan pemasaran durian (Durio zibethinus) di Tahura Wan Abdul Rachman. Skripsi. Universitas Lampung.

Prasetya, A.Y., Qurniati, R., & Herwanti, S. (2020). Saluran dan margin pemasaran durian hasil agroforestri di Desa Sidodadi. Jurnal Belantara, 3(1), 32–40.

Prayitno, D.E. (2020). Kemitraan konservasi sebagai upaya penyelesaian konflik tenurial dalam pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 6(2), 184–209.

Qurniati, R. (2019). Pemasaran Hasil Hutan. Sleman: Graha Ilmu.

Sabrina, Winandi, R., & Rachmina, D. (2013). Pemasaran durian di Pasar Induk Kramat Jati. Forum Agribisnis, 3(2), 187–200.

Sinaga, S., & Dewi, N. (2016). Pemasaran buah nenas (Kajian struktur, perilaku, dan penampilan pasar) di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Jurnal Ilmiah Pertanian, 13(1), 38–50.

Sudrajat, J., Mulyo, J., Hartono, S., & Subejo. (2015). Peranan social capital dalam memelihara keberlanjutan agribisnis jagung. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan, Dan Politik, 28(3), 139–152.

UPTD Tahura WAR. (2017). Blok Pengelola Tahura Wan Abdul Rachman. Laporan Kegiatan. Bandar Lampung.

Wulandari, D., Qurniati, R., & Herwanti, S. (2018). Efisiensi Pemasaran Durian (Durio zibethinus) di Desa Wisata Durian Kelurahan Sumber Agung. Jurnal Sylva Lestari, 6(2), 68.

Unduhan

Diterbitkan

2021-12-31

Cara Mengutip

Qurniati, R., Yudha Prasetya, A., Herwanti, S., & Kartika Tsani , M. (2021). Organisasi dan Keragaan Pasar Durian: Studi Kasus di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Provinsi Lampung. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 18(2), 79–91. https://doi.org/10.59465/jpht.v18i2.795

Artikel Serupa

<< < 1 2 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.