Respon Pertumbuhan Semai Tanjung (Mimusops elengi Linn.) terhadap Intensitas Cahaya

Penulis

  • Zulkaidhah Zulkaidhah Fakultas Kehutanan, Universitas Tadulako
  • Maulia Rahma Fakultas Kehutanan, Universitas Tadulako
  • Wardah Wardah Fakultas Kehutanan, Universitas Tadulako
  • Dewi Wahyun Fakultas Kehutanan, Universitas Tadulako
  • Abdul Hapid Fakultas Kehutanan, Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.59465/jpht.v19i2.789

Kata Kunci:

pertumbuhan, Semai, Intensitas cahaya, Mimusops elengi

Abstrak

Intensitas cahaya matahari dan kecukupan unsur hara dalam tanah sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman karena akan memengaruhi proses fotosintesis. Kebutuhan akan cahaya matahari sangat ditentukan oleh jenis tanaman itu sendiri. Semai tanjung (Mimusops elengi Linn.) merupakan salah satu jenis tanaman yang membutuhkan cahaya matahari pada fase awal pertumbuhannya. Tanaman ini juga memiliki kemampuan tinggi dalam beradaptasi terhadap lingkungan dan polusi udara, sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai pohon pelindung pada program pengembangan hutan kota. Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui bagaimana respon pertumbuhan semai tanjung terhadap persentase intensitas cahaya. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan persentase intensitas cahaya sebagai perlakuan. Perlakuan terdiri dari intensitas cahaya 100%, 55%, 30% dan 10%. Hasil penelitian menunjukkan persentase intensitas  cahaya  berpengaruh  terhadap  perkembangan  dan pertumbuhan semai  tanjung. Perlakuan dengan intensitas cahaya 100% dan 55% memberikan hasil terbaik untuk pertumbuhan  semai  tanjung,  khususnya  untuk  parameter jumlah daun  semai  dan  nilai kekokohan semai.

Referensi

Afandi, A., Mawarni, L., & Syukri, S. (2013). Respon pertumbuhan dan produksi empat varietas kedelai (Glycine max L.) terhadap tingkat naungan. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, 1(2), 94517.https://doi.org/10.32734/JAET.V1I2.1539

Ainiah, S., Bakri, S., & Effendy, M.M. (2019). Pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan semai tanjung (Mimusops elengi L.). Jurnal Sylva Scienteae, 02(5), 776–784. https://doi.org/https://doi.org/10.2052 7/jss.v2i5.1859

Asriyanti, A., Wardah, W., & Irmasari, I. (2015). Pengaruh berbagai intensitas naungan terhadap pertumbuhan semai eboni (Diospyros celebica Bakh.). Warta Rimba, 3(2), 103–110.

Hasnah, T.M., & Windyarini, E. (2014).Variasi genetik pertumbuhan semai pada uji provenan nyamplung (Calophyllum inophyllum) dari delapan pulau di indonesia. Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan, 2(2), 77–88. https://doi.org/https://doi.org/ 10.20886/bptpth.2014.2.2.77-88

Herdiana, N., Siahaan, H., & Rahman, S.T. (2008). Pengaruh arang kompos dan intensitas cahaya terhadap pertumbuhan bibit kayu bawang. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman,5(3), 139-146. https://doi.org/10. 20886/ jpht.2008.5.3.139-146

Irwanto. (2006). Pengaruh Perbedaan Naungan terhadap Pertumbuhan Semai Shorea sp. di Persemaian. Universitas Gadjah Mada.

Ismiyati, Marlita, D., & Saidah, D. (2014). Pencemaran udara akibat emisi gas buang kendaraan bermotor. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik,

01(03), 241-248. https://doi.org/http: //dx.doi.org/10.25292/j.mtl.v1i3.23

Khusni, L., Hastuti, R.B., & Prihastanti, E. (2018). Pengaruh naungan terhadap pertumbuhan dan aktivitas antioksidan pada bayam merah (Alternanthera amoena Voss.). Buletin Anatomi dan Fisiologi, 3(1),62. https://doi.org/10.14710/baf.3.1. 2018.62-70

Martuti, N.K.T. (2013). Peranan tanaman terhadap pencemaran udara di Jalan Protokol Kota Semarang. Biosantifika, 5(1), 37-42. https://doi. org/https://doi.org/10.15294/biosainti fika.v5i1.2572

Panjaitan, S., Wahyuningtyas, R.S., & Ambarwati, D. (2011). Pengaruh naungan terhadap proses ekofisiologi dan pertumbuhan semai Shorea selanica (DC.) Blume di Persemaian. Jurnal Penelitian Dipterokarpa, 5(2),73-82. https://doi.org/10.20886/jped.2011.5.2.73-82

Racmawati, N., Fitriani, A., & Febriani, R. (2017). Pengaruh pertumbuhan bibit tanjung (Mimusops elengi Linn.) terhadap pemberian mulsa kering eceng gondok (Eichhornia crassipes). Jurnal Hutan Tropis, 5(3), 267-273.

Rauf, A., Umar, H., & Wardah, W. (2016). Pertumbuhan tanaman eboni (Diospyros celebica Bakh) pada berbagai naungan. Warta Rimba, 4(2), 9-14. Retrieved from http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index. php/WartaRimba/article/view/8129

Rusdi, E., Wardah, W., Yusran, Y., & Wahyuni, D. (2019). Pengaruh perbandingan tanah dan kompos daun bambu (Bambusa arundinacea) terhadap pertumbuhan semai tanjung (Mimusops elengi L). Jurnal Warta Rimba, 7(3), 127-136.

Setiawan, A., Mardhiansyah, M., & Sribudiani, E. (2015). Respon pertumbuhan semai meranti tembaga (Shorea leprosula Miq.) pada medium campuran topsoil dan kompos dengan berbagai tingkat naungan. JOM Faperta, 2(2), 1-6. Retrieved from https://media.neliti. com/media/publications/199600- none.pdf

Sukowati, P. (2012). Kebijakan penataan ruang terbuka hijau di Kota Malang. Jkap, 16(2), 63-78.

Susilawati, Wardah, & Irmasari. (2016). Pengaruh berbagai intensitas cahaya terhadap pertumbuhan semai cempaka (Michelia champaca L.) di Persemaian. J. ForestSains, 14(1), 59-66.

Syamsuwida, D., & Aminah, A. (2011). Teknik penyimpanan semai kayu bawang (Dysoxylum moliscimum) melalui pemberian zat penghambat tumbuh dan pengaturan naungan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 8(3), 47-153. https://doi.org/10. 20886/jpht.2011.8.3.147-153

Usuluddin, Burhanuddin, & Muin, A. (2018). Pertumbuhan tanaman gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk) pada tanah aluvial dengan naungan dan tinggi bibit berbeda. Jurnal Hutan Lestari, 6(3), 605-617.

Wahidah, S.,& Idrus,A.(2013). Pencemaran udara akibat pengolahan batu kapur di Dusun Open Desa Mangkung Praya Barat. Jurnal Pijar Mipa, 8(2). https://doi.org/10.29303/JPM.V8I2.83

Wimudi, M., & Fuadiyah, S. (2021, September). Pengaruh Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.). In Prosiding Seminar Nasional Biologi, 1(1), 587-592.

Yamani, A., Bakri, S., Achmad, A., & Rachmawati, N. (2020). Pengaruh pupuk NPK mutiara terhadap pertumbuhan anakan tanaman tanjung (Mimusops elengi L) di seed house Fakultas Kehutanan Unlam Banjarbaru. Jurnal Hutan Tropis, 1(3), 7-8.

Yudohartono, T.P., & Fambayun, R.A. (2012). Karakteristik pertumbuhan semai binuang asal provenan pasaman sumatera barat. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan, 6(3), 143-156. https://doi.org/10.20886/jpth.2012.6. 3.143-156

Yustiningsih, M. (2019). Intensitas cahaya dan efisiensi fotosintesis pada tanaman naungan dan tanaman terpapar cahaya langsung. Bio-Edu: Jurnal Pendidikan Biologi, 4(2), 44-49. https://doi.org/10. 32938 /jbe.v4i2.385

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-23

Cara Mengutip

Zulkaidhah, Z., Rahma, M., Wardah, W., Wahyun , D., & Hapid, A. (2025). Respon Pertumbuhan Semai Tanjung (Mimusops elengi Linn.) terhadap Intensitas Cahaya. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 19(2), 137–148. https://doi.org/10.59465/jpht.v19i2.789

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.