UJI COBA BEBERAPA KOMBINASI KOMPOSISI PAKAN TRENGGILING (Manis javanica Desmarest, 1822) DI PENANGKARAN

Penulis

  • Anita Rianti Jl. Gunung Batu No.5 Bogor Po Box 165; Telp. 0251-8633234, 8639190; Fax 0251-8638111, Indonesia
  • Novriyanti Fakultas Kehutanan, Universitas Jambi, Lab. Terpadu Lantai III Kampus Pinang Masak, Jln. Raya Jambi-Muara Bulian KM 15 Mendalo Darat Jambi 36361, Indonesia
  • Mariana Takandjandji Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Jl. Gunung Batu No.5 Bogor Po Box 165; Telp. 0251-8633234, 8639190; Fax 0251-8638111, Indonesia

Kata Kunci:

Limbah pertanian, penangkaran, jenis pakan alternatif, trenggiling

Abstrak

Salah satu alternatif yang diharapkan untuk mengatasi punahnya trenggiling, yakni melalui penangkaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi pakan dan pertumbuhan badan trenggiling melalui penyediaan pakan alternatif dari limbah pertanian dan kayu lapuk. Penelitian dilakukan di Multi Jaya Abadi, yang berlokasi di Medan, Sumatera Utara. Empat individu trenggiling merupakan materi penelitian yang digunakan selama 14 hari pengamatan dan diberi empat perlakuan pakan, yakni A = dedak padi+tepung jagung+kroto; B = dedak padi + tepung jagung + cacing; C = dedak padi + tepung jagung + jangkrik; dan D = dedak padi + tepung jagung + rayap. Empat perlakuan kombinasi pakan tersebut, kombinasi pakan D paling disukai oleh trenggiling, diikuti dengan kombinasi pakan A, B dan C. Hasil penelitian membuktikan bahwa trenggiling di penangkaran Medan lebih menyukai pakan rayap (24,24%), diikuti oleh kroto (20,97%), cacing (10,56%), dan jangkrik (9,17%).

Referensi

Alim, H. (2014). Pertambahan bobot badan kambing marica jantan dengan pemberian pakan komplit pada taraf protein yang berbeda. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Allama, H., Sofyan, O., Widodo, E., & Prayogi, H.S. (2012). Pengaruh penggunaan tepung ulat kandang (Alphitobius diaperinus) dalam pakan terhadap penampilan produksi ayam pedaging. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 22(3), 1–8.

Amran., A., Ahmad, I., Putra, R.E., & Kuswanto, E. (2015). Aplikasi campuran serbuk kayu pinus dan fipronil sebagai umpan rayap tanah Macrotermes gilvus (Hagen) (Isoptera: Termitidae) di Bandung. Jurnal Entomologi Indonesia, 12(2), 73–79. https://doi.org/10.5994/jei.12.2.73

Destiyari, A. (2014). Pengaruh jenis pakan terhadap preferensi pakan dan produksi kroto semut rangrang (Oecophylla smaragdina, Fabricus). Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahun Universitas Jember.

Febrita, E., Darmadi, & Siswanto, E. (2015). Pertumbuhan cacing tanah (Lumbricus rubellus) dengan pemberian pakan buatan untuk mendukung proses pembelajaran pada konsep pertumbuhan dan perkembangan invertebrata. Jurnal Biogenesis, 11(2), 169–176.

Hadziq, A. (2011). Status fisiologis dan performa Pedet Peranakan Friesian Holstein Prasapih yang diinokulasi bakteri pencerna serat dengan pakan bersuplement Kobalt. Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Fakultas Peternakan. IPB. Bogor.

Hertanto. (2010). Sejuta kilo daging trenggiling dijual. http://megapolitan. Kompas.com/read/2010/04/17/21594696/sejuta.kilo.daging.trenggilingdijual. Diakses tanggal 11 Agustus 2016.

Mike, & Briggs, P. (2006). Natural History of the British Isles (First Edit). Britania Raya: Parragon Book Service Ltd.

Farmansyah, M., Hasyim, Z., Soekandarsih, E., & Ambeng. (2015). Penambahan cacing tanah Lumbricus rubellus dan keong mas Pomacea canaliculata pada pakan ayam petelur dalam peningkatan kandungan Omega 3 pada telur. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika d. Makassar.

Natalia, S.R., Supratman, H., & Abun. (2012). Pengaruh imbangan energi dan protein ransum terhadap kecernaan bahan kering dan protein kasar pada ayam broiler. jurnal.unpad.ac.id/ ejournal/article/viewFile/897/943.

Nguyen, V.T., Clark, L., & Phuong, T.Q. (2014). Husbandry Guidelines Sunda Pangolin (Manis javanica) (First Edit). Carnivore & Pangolin Conservation

Program Cuc Phuong National Park, Vietnam. Novriyanti. (2011a). Kajian manajemen, tingkat konsumsi, palatabilitas pakan dan aktivitas harian trenggiling (Manis javanica Desmarest, 1822) di penangkaran UD. Multi Jaya Abadi, Sumatera Utara.

Novriyanti. (2011b). Kajian manajemen penangkaran, tingkat konsumsi, palatabilitas pakan, dan aktivitas harian trenggiling (Manis javanica Desmarest,1822) di penangkaran UD. Multi Jaya Abadi Sumatera Utara. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Periambawe, A.K.D., Sutrisna, R., & Liman. (2016). Status nutrien Sapi Peranakan Ongole di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 4(1), 6–12.

Prayitno. (2013). Khasiat dan Manfaat Tepung Jangkrik Purwokerto: Universitas Soedirman.

Saputro, T. (2015). Konsentrat untuk pakan ternak. http://www.ilmuternak.com/2015/03/konsentrat-untuk-pakan- ternak.html

Simamora, S. (2014). Manajemen pakan pada Ayam Broiler.

Susetyarini, R. (2007). Jumlah dan berat cocoon cacing tanah (Lumbricus rubellus) yang diberi PMSG, pakan tambahan berupa kotoran domba dan kotoran sapi. Jurnal Protein, 14(1), 9–16.

Takandjandji, M., Iskandar, S., & Rianti, A. (2011). Teknologi Penyediaan Pakan Alternatif untuk Penangkaran Trenggiling. Bogor: Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi.

Zainuddin, H. (2008). Satwa jelmaan setan itu kini jadi barang dagangan. http://www.antara.co.id./new/?i=1208940642 & C= WBM & S. Diakses tanggal 11 Mei 2010

Unduhan

Diterbitkan

2017-12-29

Cara Mengutip

Rianti, A., Novriyanti, & Takandjandji, M. (2017). UJI COBA BEBERAPA KOMBINASI KOMPOSISI PAKAN TRENGGILING (Manis javanica Desmarest, 1822) DI PENANGKARAN. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 14(2), 111–122. Diambil dari https://ejournal.aptklhi.org/index.php/JPHKA/article/view/687