Daya Vigoritas Benih Acacia crassicarpa A.Cunn.Ex Benth. Dari Beberapa Sumber Benih

Penulis

  • Naning Yuniarti Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan
  • M. Zanzibar Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan
  • Megawati Megawati Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan
  • Budi Leksono Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan

DOI:

https://doi.org/10.59465/jpht.v13i2.858

Kata Kunci:

Acacia crassicarpa, benih, vigor dan sumber benih

Abstrak

Pengujian vigor benih menjadi komponen penting dari analisis benih karena vigor benih mempengaruhi kemampuan benih untuk tumbuh dan berproduksi normal pada kondisi sub optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui vigor kekuatan tumbuh relatif dan vigor daya simpan relatif pada benih Acacia crassicarpa A.Cunn.Ex Benth dari 5 sumber benih. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial dengan ulangan 4 kali, setiap ulangan terdiri dari 100 benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih A. crassicarpa yang berasal dari sumber benih kebun benih semai (KBS) memiliki vigor yang lebih baik dibandingkan dengan benih dari areal produksi benih (APB). Vigor kekuatan tumbuh benih KBS memiliki peningkatan daya berkecambah sebesar 11% dan t kecepatan berkecambah sebesar 0,8% per etmal. Vigor daya simpan benih dari KBS memiliki peningkatan daya berkecambah sebesar 12% dan kecepatan berkecambah sebesar 0,84% per etmal.

Referensi

Aryunis. 2009. Penuntun Pratikum Teknologi Benih . Fakultas Pertanian, Universitas Jambi, Jambi.

Artola, A., de los Santos, G. Garca, Casta Aeda and G. Carrillo. 2003. A Seed Vigour Test for Birdsfoot Trefoil (Lotus corniculatos L.). Seed Science and Technology, Volume 31, Number 3. International Seed Testing Association (ISTA), pp. 753-757 (5).

Bagod, S. 2006. Biologi Sains dalam Kehidupan. Surabaya: Yudhistira.

Contreras. S., M. Barros. 2005. Vigor tests on lettuce (Lactuca sativa L.) seeds and their correlation with emergence. Ciencia E Investigacion Agararia 32:3-10.

Harnowo, D., 2006. Teknologi Penaganan Benih Tanaman Pangan Guna Menghasilkan Benih Bermutu Tinggi. Makalah pada Pelatihan Penangkar Benih Tanaman Pangan se NTB, dilaksanakanoleh Dinas Pertanian Propinsi NTB: 12–15 September 2006. Hal 19.

Ilyas, S., 2012. Ilmu dan teknologi Benih. Teori dan Hasil-hasil Penelitian. Bogor : PT. Penerbit IPB Press

ISTA. 2007. International rules for seed testing. Switzerland.

Kartika, E. 1994. Penentuan Kriteria Vigor Bibit serta Pengaruh Tingkat Devigorasi dan Densitas Benih terhadap Keberhasilan Persemaian Paraserianthes falcataria dan Acacia mangium. Bogor : Tesis Fakultas Pasca Sarjana IPB.

Leisolo, M.K, J. Riry dan E.A. Matatula. 2013. Pengujian viabilitas dan vigor benih beberapa jenis tanaman yang beredar di pasaran kota Ambon. Jurnal Agrologia, Vol. 2, No. 1, April 2013, Hal. 1-9. Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Unpatti.

Milosevic, M., M. Vijakovic and D. Karagic, 2010. Vigour Tests As Indicators Of Seed Viability. Journal of The Serbian Genetic Society - Genetika, Volume. 42, No. 1, Serbia. Page 103 -118.

Nurhasybi, E. Suita dan D.J. Sudradjat. 2006. Pengembangan sumber Benih Untuk Pengadaan Benih Bermutu. Makalah Utama dalam Prosiding Seminar Hasil-Hasil Penelitian Balai Litbang Teknologi Perbenihan “Teknologi Perbenihan Untuk Pengadaan Benih Bermutu”. Bogor. Hal 77 – 85. Tanggal 14 Pebruari

Nurhasybi, Sudrajat, D.J., dan P.S. Aisyah. 2008. Penentuan Kriteria Kecambah Normal yang Berkorelasi dengan Vigor Bibit Tusam (Pinus merkusii Jungh et de Vriese). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 5(1):1-11. Bogor : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman.

Rofik, A. dan E. Murniati. 2008. Pengaruh Perlakuan Deoperkulasi Benih dan Media Perkecambahan untuk Meningkatkan Viabilitas Benih Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.). Buletin Agronomi. Vol. 36 No. 1. Bogor : Departemen Agronomi dan Hortikultura, Faperta IPB. Hal 33–40.

Sutopo, L. 2010. Teknologi Benih (Edisi Revisi Fakultas Pertanian UNIBRAW). PT Raja Grafindo Persada : Jakarta.

Sudrajat, D.J. dan D. Haryadi. 2006. Berat dan Ukuran Sebagai Tolok Ukur Dalam Proses Sortasi dan Seleksi Benih Tanaman Hutan. Info Benih Vol. II (1). Bogor : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman. Hal 45 – 51

Tatipata, A. 2008. Pengaruh kadar air awal, kemasan dan lama simpan terhadap protein membran dalam mitokondria benih kedelai. Buletin Agronomi (36) (1): 8-16

Widajati, E., E. Murniati, E.R. Palupi, T. Kartika, M. R. Suhartanto, A. Qadir. 2013. Dasar Ilmu dan Teknologi Benih. Bogor : PT. Penerbit IPB Press.

Zanzibar, M dan Pramono, A.A. 2009. Penentuan Vigor Kekuatan Tumbuh dan Vigor Daya Simpan Relatif Benih Merbau, Akor dan Mindi. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol. 6 No. 3. Bogor : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman. Hal 145 – 155

Zobel, B. And Talbert, J. 1984. Applied Forest Tree Improvement. North Carolina State University.

Unduhan

Diterbitkan

2016-12-30

Cara Mengutip

Yuniarti, N., Zanzibar, M., Megawati , M., & Leksono, B. (2016). Daya Vigoritas Benih Acacia crassicarpa A.Cunn.Ex Benth. Dari Beberapa Sumber Benih. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 13(2), 123–132. https://doi.org/10.59465/jpht.v13i2.858

Artikel Serupa

<< < 8 9 10 11 12 13 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.