Analisis Produktivitas Seresah dan Profile Vegetasi Cendana (Santalum album L.) di Pulau Timor Barat-Nusa Tenggara Timur

Analysis of Litter Productivity and Profil of Sandalwood (Santalum album L.) Vegetation at West Timor Island-East Nusa Tenggara

Penulis

  • Yoseph Nahak Seran Pendidikan Biologi, Universitas Timor, Nusa Tenggara Timur
  • Ludgardis Ledheng Pendidikan Biologi, Universitas Timor, Nusa Tenggara Timur
  • Emanuel Hanoe Universitas Timor

DOI:

https://doi.org/10.59465/jpht.v22i2.554

Kata Kunci:

Biodiversitas, konservasi, produktivitas, kesuburan tanah, cendana

Abstrak

Cendana (Santalum album L.) merupakan salah satu hasil hutan yang sangat penting di Nusa Tenggara Timur, merupakan jenis endemik dunia. Cendana memiliki nilai ekonomi, sosial dan budaya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas seresah cendana, pola vegetasi cendana dengan faktor lingkungan, pertumbuhan cendana di hutan dan kebun di Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis vegetasi secara purposive sampling di delapan stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas serasah cendana di hutan dan kebun secara keseluruhan sebesar 58,32 ton/ha/tahun dengan komponen serasah daun komponen dominan. Komposisi vegetasi berdasarkan fase pertumbuhan di hutan dan kebun cendana, yaitu tingkat pohon 21 jenis, tingkat tiang 24 jenis, tingkat pancang 26 jenis, dan tingkat semai 30 jenis. Terdapat 31 spesies vegetasi yang berfungsi sebagai inang, yang berkontribusi pada pertumbuhan cendana yang optimal. Profil pohon cendana yang tumbuh di kebun memiliki diameter batang lebih tinggi dari pohon cendana yang tumbuh di hutan. Pengelolaan berkelanjutan mencakup penerapan agroforestri, konservasi habitat, pemanfaatan serasah sebagai pupuk, dan kemitraan dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kelestarian dan nilai ekonomi cendana.

Referensi

Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. 2010. Master Plan Pengembangan Dan Pelestarian Cendana (Santalum album L.) Nusa Tenggara Timur tahun 2010-2030. Kementerian Kehutanan Pemerintah Provinsi NTT. Kupang. 1-39.

Banoet, H. 2001. Peranan Cendana dalam Perekonomian NTT, Dulu dan Kini. Tanaman Cendana sebagai Sumber Daya Otonomi Daerah NTT. Berita Biologi 5: 469-474.

Barrett, DR. 1989. Santalum album (Indian Sandalwood) Literatur review. Mulga Research Centre. Western Australian Institut of Tecnology. Perth. 581-584.

Butarbutar, T., & Geisberd, F. 2008. Perlunya Perbaikan Kebijakan Pengelolaan Cendana di NTT Menuju Penguasaan Cendana Yang Lestari. Analisis Kebijakan Kehutanan 5(2): 121-130.

Braun-Blanquet, J. 1932. Plant sociology; the study of plant communities. McGraw Hill, New York, NY, USA.

Charles, D.B. 2011. Measurements for Terrestrial Vegetation.4th ed. Willey-BlackWell, Colorado, USA.

Daping, X., Junku, L., Xiajing, L., Ningnang, Z., & Zengjiang Y. 2011. Mixed Plantation of Santalum album and Dalbergia odorifera in China. Institute of Tropical Forestry. 1-39.

Darmokusumo, S., Nugroho, A.A., Botu, E.U, Jehamat, A., & Benggu, M. 2001. Upaya memperluas kawasan ekonomi cendana di NTT. Prosiding Cendana (Santalum album L.) Sumber Daya Otonomi Daerah Nusa Tenggara Timur. Berita Biologi Edisi Khusus. LIPI. 5(5): 509 -515.

Dinas Kehutanan Kabupaten TTU. 2010. Inventarisasi Tegakan Cendana (Santalum album L.) di lahan masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara. Kefamenanu.

Doberrtin, M. 2005. Tree growth as indicator of tree vitality and of tree reaction to environmental stress: a review. European Juornal of Forest Research.124(4):319-333.

Fox, J.C., & Ades, P.K. 2007. Spatial Dependence and Individual Tree Growth Models, I. Characterising Spatial Depence. http://www.elsevier.com/locate/foreco. Diakses tanggal 22 Oktober 2014.

Gaol, M.L., & Ruma, L.M. 2009. Efektifitas empat spesies legum sebagai inang antara tanaman hemi-parasit cendana (Santalum album L.). Jurnal Bumi Lestari. 9(2):187-192.

Hadiyan, Y., & Fiani, A. 2016. Adaptability and Growth Performance of Sandalwood (Santalum album L.,) Ex-situ Conservation in Gunung Kidul District. Indonesian. Naskah Penelitian Belum di Publikasikan. Yogyakarta.

Haryjanto, L., & Pamungkas, T. 2005. Variasi Pertumbuhan Cendana dari berbagai Provenans pada umur delapan bulan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman. 2(2): 88-94.

Hosagoudar V.B., Shetty, A., Vipichandran, K., & Ashraf, E.M. 2013. Occurrence of a Black Mildew in Santalum album Plantation at Anakulam, Thiruvananthapuram, Kerala, India. Journal of Threatened Taxa 5 (10):4521-5423.

Kurniawan, H., Sutrisno, E., & Sumanto, S. 2011. Analisis Kebijakan dan Strategi Litbang Kehutanan Dalam Pengembangan Cendana di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan 8(3):189-209.

Lakshmana, A.C. 2011. Conservation of Melia dubia Cav. And Santalum album L. by Extension and Development Trials in Tobacco Farms in South India. ICFRE 3(2): 2-4.

Marjenah, 2001. Pengaruh Perbedaan Naungan di Pesemaian Terhadap Pertumbuhan dan Respon Morfologi Dua Jenis Semai Meranti. Rimba Kalimantan. 6(2): 9-20.

Michael, M., & Bashir, A. 2011. Status and Strategies for Conservation and Management of Forest Genetic Resources of India. University of Agricultural Science and Technology of Kashmir. Journal of Research and Development. 11:132-144.

Mogea, J.P., Gandawidjaya, D., Wiriadinata, H., Rusdi, E.N., & Irawati. 2001. Tumbuhan Langka Indonesia. Puslitbang Biologi-LIPI. Bogor.

Oldeman, L.R., & Muladi. 1980. Agroklimatic Map of Kalimantan, Maluku, Irian Jaya, Bali, West and East Nusa Tenggara. Central Research Institute of Agriculture. Bogor. Indonesia. 600-618.

Prasetyo, A., Soenarno, & Kurniawan, H. 2013. Kajian Beberapa Aspek Ekologi Cendana Pada Lahan Masyarakat di Pulau Timor. Balai Penelitian Kehutanan Kupang. Jurnal Hutan dan Konservasi Alam 10 (1): 33-47.

Rahardjanto, A., 2001. Ekologi Tumbuhan. Universitas Mumahadiyah Malang Press. Malang.

Raharjo, A., & Oscar, O. 2008. Persepsi Masyarakat Desa Eonbesi dan Netpala Kecamatan Molo Utara Kab. TTS-NTT. Jurnal Sosial Ekonomi Kehutanan 8 (3): 139-142.

Raharjo, A., Awang, S.A., Agus, P., & Purwanto, R.H. 2013. Sejarah Dominasi Negara Dalam Pengeloaan Cendana NTT. Jurnal Manusia dan Lingkungan 20(1):2-10.

Rambamoorthi, N. 2013. Hirarchical Cluster Analysis. Some Basic and Algorithms. CRMportals

Inc. 11 Bartram Road, Englishtown, NJ07726. 10p.

Rohadi, D., Retno, M., Widyana, & M., Azhar, I.M. 2002. A Case Study of the Production-to-Consumption System of Sandalwood in South Central Timor, Indonesia. Sandalwood Research Newsletter 10:184-200.

Rimbawanto, A. 2011. Conservation Strategy of Sandalwood. Center for Forest Biotecnology and Tree Improvement. Yogyakarta–Indonesia. 1-11.

Riswan, S. 2001. Kajian Botani, Ekologi dan Penyebaran Pohon Cendana (Santalum album L.) Berita Biologi 5(5): 571-574.

Seema, P., B. Danya, B., & Viswanath, S. 2010. Sandal (Santalum album L.) conservations in Southern India: A review of policies and their impacts. Journal of Tropical Agriculture 48(1-2): 1-10.

Seran, Y.N., Sudarto, Hakim, L., & Arisoesilaningsih, E. 2018. Sandalwood (Santalum album L.) growth and farming success strengthen its natural conservation in the Timor Island, Indonesia. Biodiversitas. 19(1): 1586-1592.

Seran, Y.N., Sudarto, Hakim, L., & Arisoesilaningsih, E. 2020. Population Dynamic Of Sandalwood (Santalum album L.) In Forests And Plantations In West Timor Island, East Nusa Tenggara -Indonesia. Metamorfosa. 7(1): 87-95.

Sudhir, C.D. & Tah, J. 2013. Effect of GA3 on Seed Germination of Sandal (Santalum album L.). IJCS. 8: 79-84.

Sumardi, Hidayatullah, M., Yuniaty, D., & Victorino, B.A. 2016. Land Sustabilty Analysis for Sandalwood (Santalum album L.) Plantation in Timor Island. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea. 5(1): 61-77.

Sumanto, S.E., Sutrisno, E., & Kurniawan, H. 2011. Analisis Kebijakan dan Strategi Litbangan Kehutanan dalam Pengembangan Cendana di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan 8(3):190-205.

Surata, I.K. 2006. Teknik Pengembangan Budidaya Cendana (Santalum album L.) di lahan masyarakat. Forestry Research and Development Agency.1-18.

Surata, I.K. 2012. Penemu Inang Primer Cendana. http://sains.kompas.com. Diunduh pada tanggal 22 Oktober 2014.

Suripto, J. 1992. Pemulihan Potensi Cendana di NTT. Pusat Penelitian Biologi LIPI. Berita Biologi. 5(5):521-523.

Tallo, P. A. 2001. Cendana Sumber Daya Daerah Otonomi NTT. Pusat Penelitian Biologi LIPI. Berita Biologi. 5(5):1-9.

Tony, P., & Hanington, T. 2010. Breeding Behaviour of (Santalum lanceuatum) Self-intra and Interspesific Cross Compatibility. Australian Journal of Botany. 1-16.

Van Steenic, C.G.G.J. 1992. Flora Untuk Indonesia. Terjemahan S. Moose. Penerbit Pradyna Paramita. Jakarta.

Wawo, A.H. 2008. Peranan Pohon Induk dan Pengaruh Pemupukan Daun Terhadap Pola Pertumbuhan Semai Cendana. Jurnal Berkala Penelitian Hayati. 14(1):55-61.

Wawo, A.H. 2009. Pengaruh Pohon Induk Cendana dan Pemangkasan Cabang Terhadap Pola Pertumbuhan Tanaman di Kebun Benih Cendana di Kab. Belu. Jurnal Berkala Penelitian Hayati. 14(1):55-61.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-31

Cara Mengutip

Seran, Y. N., Ledheng, L., & Hanoe, E. (2025). Analisis Produktivitas Seresah dan Profile Vegetasi Cendana (Santalum album L.) di Pulau Timor Barat-Nusa Tenggara Timur : Analysis of Litter Productivity and Profil of Sandalwood (Santalum album L.) Vegetation at West Timor Island-East Nusa Tenggara. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 22(2), 127–140. https://doi.org/10.59465/jpht.v22i2.554