Sebaran Dan Potensi Regenerasi Alami Jenis Schima wallichii (DC.) Korth. di Hutan Pendidikan Gunung Walat
Distribution and Natural Regeneration Potential of Schima wallichii (DC.) Korth. Species at Gunung Walat University Forest
Abstrak
Schima wallichii termasuk dalam famili Theaceae yang mendominasi kawasan Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW). Jenis tersebut memiliki beragam manfaat baik secara ekologis maupun kesehatan. Berbagai manfaat yang dimiliki oleh S. wallichii mendorong pentingnya upaya konservasi jenis S. wallichii di HPGW. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola sebaran, potensi regenerasi alami, dan faktor biofisik tegakan S. wallichii di HPGW. Metode penelitian ini menggunakan analisis vegetasi dengan plot yang ditempatkan secara purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa S. wallichii memiliki pola sebaran mengelompok. Regenerasi alami di kedua petak penelitian berpotensi akan terganggu, karena jumlah permudaan terbatas terutama pada petak tegakan campuran dan lebih didominasi oleh jenis non S. wallichii. Asosiasi S. wallichii dengan jenis-jenis dominan cenderung bersifat negatif artinya pasangan-pasangan tersebut cenderung tidak hidup berdampingan dalam ruang yang sama. Faktor biofisik seperti suhu, kelembapan, intensitas cahaya, kelerengan, elevasi, kerapatan tajuk, ketebalan serasah, dan residu bahan organik turut mendukung keberadaan permudaan S. wallichii.
Referensi
Abdullah, S., Tolangara, A.R., & Ahmad, H. (2023). Studi jenis dan pola sebaran tumbuhan lamun di Perairan Desa Teluk Buli Kecamatan Maba. Jurnal Bioedukasi, 6(1), 197-204.
Alhamd, L., & Polosakan, R. (2011). Komposisi jenis dan struktur vegetasi di Hutan Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak Sukabumi. Berkas Penelitian Hayati Edisi Khusus, 5(A),1-4.
Almadani, A.R., & Hermawan, W.G. (2023). Fenologi perkembangan diameter dan ketinggian batang tumbuhan puspa (Schima wallichii DC. Korth) di Wilayah Resort Wonolelo, Taman Nasional Gunung Merbabu. Nusantara Hasana Jurnal, 2(12), 152-157.
Aprianti, F. 2013. Teknik pemanfaatan anakan alam puspa (Schima wallichii (DC.) Korth.) di Hutan Pendidikan Gunung Walat Sukabumi (skripsi). Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Balami, S., Vasutova, M., Chaudhary, V.K., & Cudlín, P. (2023). How do root fungi of Alnus nepalensis and Schima wallichii recover during succession of abandoned land. Mycorrhiza, 33(5), 321-332.
Drupadi, T.A., Ariyanto, D.P., & Sudadi, S. (2021). Pendugaan kadar biomassa dan karbon tersimpan pada berbagai kemiringan dan tutupan lahan di KHDTK Gunung Bromo UNS. Agrikultura, 32(2), 112-119.
Fiulaizi, A., Sujarwoto, S., & Sentanu, I.G. (2021). Implementasi kebijakan hutan pendidikan (studi pada Dusun Sumbersari, Desa Tawangargo, Malang). Jurnal Adiministrasi Publik, 7(1), 82-94.
Gustiani, A. (2015). Pola penyebaran jenis kapasan kuning (Thespesia lampas Dalz and Gibs) di Savana Bekol Taman Nasional Baluran (skripsi). Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Hidayat, S., Rahayu, S., & Ningtyas, K. (2012). Analisa vegetasi tempat tumbuh Hoya purpureofusca hook. f. di Resort Selabintana, Taman Nasional Gunung Gede- Pangrango. Berita Biologi, 11(1), 103-110.
Huang, W., Zhang, S.B., Zhang, J.L., & Hu, H. (2015). Photoinhibition of photosystem I under high light in the shade-established tropical tree species Psychotria rubra. Frontiers in plant science, 6, 801.
Indriyanto. (2008). Pengantar Budidaya Hutan. Bumi Aksara. Jakarta.
Istiawan, N.D., & Kastono, D. (2019). Pengaruh ketinggian tempat tumbuh terhadap hasil dan kualitas minyak cengkih (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry.) di Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo. Vegetalika, 8(1), 27-41.
Istomo, I., & Ghifary, S. (2021). Asosiasi bakau (Rhizophora apiculata Blume.) dengan jenis-jenis mangrove lainnya di Pantai Bama Taman Nasional Baluran Jawa Timur. Journal of Tropical Silviculture, 12(3), 135-143.
Jayadi, E.M. (2015). Ekologi tumbuhan. CV. Sanabil. Mataram.
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (2013). Peraturan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial Nomor: P. 3/V-Set/2013 tentang Pedoman Identifikasi Karakteristik Daerah Aliran Sungai. Kementerian Kehutanan. Jakarta.
Kosmaryandi, N. (2014). Keanekaragaman Hayati Hutan Pendidikan Gunung Walat. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Krebs, C.J. (1998). Ecological Methodology (Second Edition). Addison-Welsey Educational Publishers. New York.
Kuchler, A.W. (1967). Vegetation Mapping. Ronald Press. New York.
Kurniawan, A., Undaharta, N.K., & Pendit, I.M. (2008). Asosiasi jenis-jenis pohon dominan di Hutan Dataran Rendah Cagar Alam Tangkoko, Bitung, Sulawesi Utara. Jurnal Biodiversitas, 9(3), 199-203.
Ludwig, J.A., & Reynolds, J.F. (1988). Statistical Ecology: A Primer on Methods and Computing. John Wiley and Sons. Singapura. https://www.scribd.com/ document/493959490/Ludwig-Reynolds-1988-Statistical-Ecology-A-Primer-on-Methods-and-Computing
Magurran, A.E. (1988). Ecological Diversity and its Measurement. Princeton University Press. New Jersey.
Misra, K.C. (1980). Manual of Plant Ecology (second edition). Oxford and IBH Publishing Co. New Delhi.
Nahlunnisa, H., Zuhud, E.A., & Santosa, Y. (2016). Keanekaragaman spesies tumbuhan di areal nilai konservasi tinggi (nkt) perkebunan kelapa sawit provinsi riau. Media Konservasi, 21(1), 91-98.
Nursanti, Ade, A.A., & Sai'in. (2021). Komponen faktor abiotik lingkungan tempat tumbuh puspa (Schima wallichii DC. Korth) di Kawasan Hutan Adat Bulian Kabupaten Musirawas. Jurnal Silva Tropika, 5(2), 438-445.
Pamoengkas, P., & Erizilina, E. (2019). Stand structure of unmanaged red meranti plantation (Shorea Leprosula Miq.) in Haurbentes Forest Research, Jasinga. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Linglkungan, 9(1), 61-67.
Priswanto, H., Noerwidi, S., Riyanto, S., & Nugroho, W.D. (2021). Identifikasi keanekaragaman vegetasi di situs liyangan: analisis sisa-sisa tanaman. Tumotowa, 4(2), 65-78.
Purnama, H., Jumani, J., & Biantary, M.P. (2016). Inventarisasi distribusi tegakan puspa (Schima wallichii Korth) pada berbagai tipe kelerengan di kebun raya UNMUL Samarinda (KRUS) Provinsi Kalimantan Timur. Agrifor: Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan, 15(1), 55-64.
Rahman, F.A., Arianto, T., Rizki, A.S., & Rizali, M. (2024). Profil komunitas Hutan Pendidikan Gunung Walat, Jawa Barat. Bioindikator: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi, 1(1), 1-11.
Sadili, A., Salamah, A., Mirmanto, E., & Kartawinata, K. (2023). Variation in the composition and structure of natural lowland forests at Bodogol, Gunung Gede Pangrango National Park, West Java, Indonesia. Reinwardtia, 22(1), 1-25.
Solfiyeni, Rahmayani, H., & Gusmawarni, W. (2023). Vegetation analysis of sapling and understorey invaded by invasive alien species (IAS) Bellucia pentamera Naudin in Lembah Harau Sanctuary. Jurnal Sains Natural, 13(3), 115-125.
Solikin. 2015. Komposisi Jenis-jenis tumbuhan pada dua komunitas tempat tumbuh Stachytar phetajamaicensis (L.) Vahl. di Desa Gajahrejo Kabupaten Pasuruan dan Desa Jeru Kabupaten Malang. Bioeksperimen, 1(2), 28-36.
Sumantra, I.W., & Rita, R.R. (2018). Struktur dan komposisi vegetasi di Kawasan Hutan Rakyat Dusun Murpayung Desa Sigar Penjalin Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Silva Samalas, 1(1), 54-60.
Tang, C., Han, P., Li, S., Shen, L., Huang, D., Li, Y., Peng, M., Wang, C., Li, X., Li, W., & Wang, W. (2020). Species richness, forest types and regeneration of Schima in the subtropical forest ecosystem of Yunnan, southwestern China. Forest Ecosystems, 7, 1-19.
Wahyudi. (2016). Kebangkitan Kehutanan Indonesia. I Sana Press. Bogor.
Waskitaningtyas, E., Utami, S., & Wiryani, E. (2018). Regenerasi jamuju (Dacrycarpus imbricatus (Blume.) de Laub.) di Cagar Alam Gebugan, Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Jurnal Biologi Tropika, 1(2), 1-5.
Wibowo, C., & Alby, M.F. (2020). Keanekaragaman dan kelimpahan makrofauna tanah pada tiga tegakan berbeda di Hutan Pendidikan Gunung Walat. Jurnal Silvikultur Tropika, 11(1), 25-31.
Widiyanti, P., & Kusmana, C. (2014). Komposisi jenis dan struktur vegetasi pada Kawasan Karst Gunung Cibodas Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. Jurnal Silvikultur Tropika, 5(2), 69-79.












