Kajian Manfaat dan Kelayakan Ekonomi Budi Daya Suren Pada Masyarakat Desa Sipolha Horison, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.59465/jpht.v17i2.807Kata Kunci:
Toona sureni, Net Present Value, Budidaya, Suren, ekonomiAbstrak
Hutan berperan penting dalam mata pencaharian masyarakat lokal di sebagian besar negara berkembang. Masyarakat lokal bergantung pada sumber daya hutan untuk berbagai produk seperti bahan bangunan, obat-obatan, dan makanan. Studi ini mengkaji manfaat dan kelayakan budi daya ekonomi suren (Toona sureni) sebagai salah satu spesies tumbuhan hutan yang banyak dimanfaatkan masyarakat setempat untuk berbagai kebutuhan. Wawancara dilakukan secara purposive sampling selama bulan Mei-Juni 2018 terhadap masyarakat sekitar hutan di Desa Sipolha Horison Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Kajian manfaat suren dilakukan secara deskriptif kualitatif, sedangkan penilaian ekonominya menggunakan NPV (Net Present Value) untuk mengetahui kelayakan pengusahaan suren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan pohon suren sebagai pembatas lahan dan naungan. Batang tanamannya digunakan untuk dinding rumah, kusen, perahu dan kapal, sedangkan daunnya digunakan untuk lalapan makan, obat obatan dan insektisida alami. Nilai NPV yang diperoleh dengan tingkat suku bunga 17,5% adalah Rp 29.153.089 ha/daur, yang menunjukkan bahwa budi daya tanaman suren layak dikembangkan.
Referensi
Aji, G.B., Suryanto, J., Yulianti, R., Wirati, A., Abdurrahim, A.Y., & Miranda, T.I. (2013). Pengembangan Model PHBM dan Hkm. Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta Selatan. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.28108.72323
Asmaliyah. (2014). Potensi tanaman rimau (toona sinensis roem )untuk pengendalian hama di lapanganrimau. Ulasan (Toona sinensis Roem). 0711.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.PT Rineka Cipta. Jakarta.
Dewi, I.N. (2018). Kemiskinan masyarakat sekitar hutan dan program perhutanan sosial. Info Teknis Eboni, 15(2), 65-77.
Lestari, F., & Darwiati, W. (2014). Uji efikasi ekstrak daun dan biji dari tanaman suren, mimbadan sirsak terhadap mortalitas hama ulat gaharu. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 11(3), 165-171.
Harneti, Desi, & Nurlelasari, M. (2018). Pemanfaatan Ekstrak Daun Suren. Universitas Padjadjaran.
Herawati, H., & Santoso, H. (2011). Tropical forest susceptibility to and risk of fire under changing climate: A review of fire nature, policy and institutions in Indonesia. Forest Policy and Economics, 13(4), 227-233. https://doi.org/10.1016/j.forpol.2011.02.006.
Imru, N.O., Wogderess, M.D., & Gidada,T.V. (2015). A study of the effects of shade on growth, production and quality of coffee (COFFEA ARABICA) in Ethiopia. International Journal of Agricultural Sciences, 5(5), 748-752.
Irawanti, S., Suka, A.P., & Ekawati, S. (2012). Economic benefit and opportunity to develop community forestry of albizia in Pati District. Journal of Social and Economic Forestry Research, 9(3), 126-139.
Juariyah, S., & Basrowi, S. (2010). Analisis kondisi sosial ekonomi dan tingkat pendidikan masyarakat Desa Srigading, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, 7(1), 58-81.
Latifah, S., Afifuddin, Y., & Widya, S. (2018). Analysis of community income on suren (Toona sureni (Blume) Merr.) and cacao crops (Theobroma cacao L.) in Simalungun, North Sumatera-Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 122(1).https://doi.org/10.1088/17551315/122/1/012140.
Latifah, S., Purwoko, A., Hartini, K.S., Sadeli, A., & Tambal, T.N.R. (2019). The practice of agroforestry Toona sureni merr by the community of Simalungun Regency, North Sumatera. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 374(1), 6-11. https://doi.org/10.1088/17551315/374/1/012035.
Latifah, S., & Lubis, N.A. (2020). Economic value of non timber forest products - A case study from South Tapanuli, North Sumatera, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 454(1). https://doi.org/10.1088/17551315/454/1/012001
Muslich, M., & Rulliaty, S. (2013). Uji Kuburan dan Uji di Laut. 31(4), 250257.
Nazam M., Sabiham, S., Pramudya, B., Widiatmaka, F.N., & Rusastra, I.W. (2011). Penetapan luas lahan optimum usahatani padi sawah mendukung kemandirian pangan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat. Jurnal Agro ekonomi 29(2), 113-145.
Mulyani, A., & Agus, F. (2017). Kebutuhan dan ketersediaan lahan cadangan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian, 15(1), 1-17.
Pandey, A.K., Tripathi, Y.C., & Kumar, A. (2016). Non timber forest products (NTFPs) for sustained livelihood: Challenges and strategies. Research Journal of Forestry, 10(1), 1-7. https://doi.org/10.3923/rjf.2016.1.7.
Pandit, I.K.N., Nandika, D., & Darmawan, I.W. (2011). Analisis sifat dasar kayu hasil hutan tanaman rakyat. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 16(2), 119124.
Rismayadi, B. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas karyawan. Jurnal Manajemen & Bisnis, 2(2), 187 -198.
Suharti S, Ginoga, K.L, Murniati, Octavia, D., & Windyoningrum, A. (2017). Langkah Strategis Menuju Percepatan Realisasi Capaian Program Perhutanan Sosial. Policy. 11(08), 18.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 Jurnal Penelitian Hutan Tanaman

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












