Kelayakan Perubahan Kelas Perusahaan: Studi Kasus di Bagian Hutan Ngantang Pujon, KPH Malang

Penulis

  • Ikhlasul Amalias Firdani Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian-Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang
  • Mochammad Chanan urusan Kehutanan, Fakultas Pertanian-Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang
  • Galit Gatut Prakosa Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian-Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.59465/jpht.v18i2.799

Kata Kunci:

Kelas perusahaan, Finansial, Tegakan, Pinus, Damar

Abstrak

Penurunan tegakan damar akibat mati pucuk telah menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut perlu dicarikan kelas perusahaan yang sesuai dengan karakteristik tapak. Tujuan penelitian adalah mengetahui kelayakan usaha tanaman damar dan pinus guna menentukan kelas perusahaan yang tepat. Penelitian dilaksanakan di Bagian Hutan Ngantang Pujon, KPH Malang. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif menggunakan data primer dan sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis kelayakan usaha dengan menentukan nilai Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate Return (IRR). Hasil analisis NPV menunjukkan kedua kelas perusahaan damar dan pinus layak diusahakan. Kelas perusahaan pinus kelayakannya lebih tinggi daripada kelas perusahaan damar. Secara finansial kelas perusahaan damar dapat dirubah menjadi kelas perusahaan pinus.

Referensi

Antoh, F., Fatem, S.M., & Tasik, S. (2015). Pemanfaatan damar oleh masyarakat di Kampung Bariat Distrik Konda Kabupaten Sorong Selatan. Jurnal Kehutanan Papuasia, 1(1), 53-62. DOI:https://doi.org/10.46703/jurnal papuasia.Vol1.Iss1.29

Arianti, D. O., Idham, & Zainal, S. (2018). Pemanfaatan getah damar oleh

masyarakat di Kelurahan Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten. Jurnal hutan lestari, 6, 464-472.

Riyanto, D.H., Waluya, U., & Pahlana, H. (2012). Kajian evaluasi lahan hutan jati sistem bonita di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 9(1), 43-50.

Efendi, D. (2016). Kajian kelayakan model pembangunan hutan tanaman rakyat pola mandiri berbasis agroforestri. Jurnal Hutan Tropis, 4(2), 120-130.

Gaol, M. (2020). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga getah pinus di Desa Parsingguran II Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. Universitas Sumatra Utara Medan. Skripsi.

Herianto, N., Wibowo, A., & Garsetiasih, R. (2010). Potensi karbon pada hutan tanaman tusam, mahoni dan jati di Jawa Barat dan Banten. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 7(3), 147 -154.

Ikramatoun, S., Khairulyadi, & Riduan. (2020). Pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan hutan pinus di Kecamatan Linge Aceh Tengah. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia, 1(3) 238-249.

Inayati, A.M. (2015). Produktivitas penyadapan getah pada tegakan pinus umur enam dan tujuh tahun. Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, IPB University. Skripsi.

Iriando, S. (2011). Penyebaran serangan kutulilin pinus (Pineus boerneri) pada tegakan pinus (Pinus merkusii) (Studi kasus di KPH Sumedang Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten). Institut Pertanian Bogor. Skripsi.

Ishak. (2018). Analisis pendapatan usaha petani penyadap getah pinus di Kelurahan Kahu, Kecamatan Bontocani, Kabupatan Bone. Universitas Muhammadiyah Makasar. Skripsi.

Khotimah, H., & Sutiono. (2015). Analisis kelayakan finansial usaha budi daya bambu. Jurnal Ilmu Kehutanan, 8(1), 14–24. https://doi.org/10.22146/jik.8548

Krisnawan, M.A., Warsika, I.P.D., & Nadiasa, M. (2015). Analysis of working capital requirement in the construction of houses using discounted cash flow method: (Studi kasus proyek perumahan green imperial putra residence). Latar Belakang Belaka, 19, 69-77.

Kusuma, P.T.W.W., & Mayasti, N.K.I. (2014). Analisa kelayakan finansial pengembangan usaha produksi komoditas lokal: mie berbasis jagung, AGRITECH, 34(2), 194-202.

Majarani, D. (2006). Analisis prospek kelas perusahaan pinus (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) di KPH Cianjur Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten. Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Skipsi.

Subarudi. (2014). Analisis kelayakan sosial, finansial dan pasar produk hutan tanaman rakyat: studi kasus di Kabupaten Dompu. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 11(4), 323-337. DOI: 10.20886/jpsek. 2014.11.4. 15

PHW IV Malang [Perencanaan Hutan Wilayah IV Malang]. (2018). Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan (RPKH) Kelas Perusahaan Damar. PHW IV.Perhutani. (2014). Pasar ekspor getah pinus. https://eppid.perhutani.co.id/pasarekspor-getah-pinus-sangat-besar/

Purbawiyatna, A., Kartodihardjo, H., Alikodra H.S., & Prasetyo, L.B. (2011). Analisis kelestarian pengelolaan hutan rakyat di kawasan berfungsi lindung. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 1(2), 84-92. DOI: https://doi.org/10.29244/jpsl.1.2.84

Rohman, Warsito, S.P., Purwanto, R.H., & Supriyatno, N. (2013). Normalitas tegakan berbasis resiko untuk pengaturan kelestarian hasil hutan tanaman jati di Perum Perhutani. Jurnal Ilmu Kehutanan, 7(2), 81-92.

Soedomo, S. & Hariadi, K. (2011). Prospek Industri Hutan Tanaman di Indonesia. Bank Mandiri.

Sutojo, S. (2007). Studi Kelayakan Proyek. PT Pustaka Binaman Pressindo.

Wattimena, C.M.A., Pelupessy, L., & Selang, S.L.A. (2016). Identifikasi jenis hama tanaman damar (Agathis alba) di Hutan Lindung Sirimau Kota Ambon, Provinsi Maluku. Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman, 5(2), 95-100. DOI: http://dx.doi.org/10.30598/a.v5i2.187

Unduhan

Diterbitkan

2021-12-31

Cara Mengutip

Amalias Firdani, I., Chanan, M., & Gatut Prakosa, G. (2021). Kelayakan Perubahan Kelas Perusahaan: Studi Kasus di Bagian Hutan Ngantang Pujon, KPH Malang. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 18(2), 137–146. https://doi.org/10.59465/jpht.v18i2.799